Tim Gabungan TNI Polri Evakuasi 18 Warga Kampung Alama Nduga Menggunakan Helikopter Caracal TNI AU
TNI berhasil mengevakuasi warga yang merasa terancam aksi teror gerombolan Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Egianus Kogoya pada Senin
Penulis: Gita Irawan
Editor: Erik S
TNI AULaporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim gabungan TNI Polri melakukan evakuasi terhadap 18 warga Kampung Alama Kabupaten Nduga Papua Pegunungan pada Senin (20/2/2023).
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengatakan aparat gabungan TNI Polri yang dipimpin Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring selaku Dankolaksops TNI berhasil mengevakuasi warga yang merasa terancam aksi teror gerombolan Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Egianus Kogoya pada Senin (20/2/2023).
Baca juga: Bebaskan Pilot Susi Air, Bupati Nduga Ingin Negosiasi dengan KKB
Sembiring beberapa waktu lalu mengungkapkan kemungkinan terjadi pengungsian masyarakat akibat teror dan intimidasi yang dilakukan oleh gerombolan KST pasca pembakaran pesawat Susi Air dan dibawanya pilot Capt. Philip Mark Mehrtens oleh KST beberapa waktu silam.
Bahkan tersiar kabar kelompok KST pimpinan Egianus Kogoya mulai terpecah menjadi beberapa kelompok dan akan melakukan penyanderaan lagi.
Sehingga saat ini aparat TNI Polri mengambil langkah upaya-upaya antisipasi keberadaan masyarakat yang akan disandera oleh gerombolan KST.
"Pada hari ini, kami Tim Gabungan TNI Polri yang saya pimpin langsung, berhasil mengevakuasi masyarakat kampung Alama, Kabupaten Nduga dengan pesawat Heli Caracal TNI AU EC - 725/HT-7204 yang mendapat ancaman dan intimidasi dari kelompok KST," kata Sembiring pada Senin (20/2/2023).
"Jumlah masyarakat Alama yang dievakuasi sebanyak 18 orang, terdiri dari 14 orang laki-laki, 2 orang perempuan dewasa, 1 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan," sambung dia.
Kampung Alama, kata dia, memang kampung yang menjadi pelintasan gerombolan KST.
Baca juga: Revolver Diduga Milik KKB Egianus Kogoya Disita Tapi Keberadaan Pilot Susi Air Masih Misterius
Sehingga, kata dia, masyarakat resah dan terancam.
"Kami TNI Polri berkewajiban melindungi masyarakat, sehingga kampung-kampung yang berada dipelintasan rute KST akan kita lindungi dan amankan," imbuh Danrem 172/PWY.
Masyarakat yang berhasil dievakuasi, kata dia, selanjutnya akan ditempatkan di lokasi yang aman dan nyaman.
Para pengungsi, lanjut dia, langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk diperiksa kesehatannya
Baca juga: Juru Bicara OPM Pastikan Kondisi Pilot Susi Air Kapten Philips Aman Bersama Egianus Kogoya & Anggota
Setelah itu, kata dia, mereka akan diserahkan ke Polres Mimika untuk didata lebih lanjut.
Para pengungsi tersebut, kata Sembiring terdiri dari warga masyarakat asli Papua, para pekerja, tokoh agama, termasuk ibu-ibu dan anak-anak.
"Tim gabungan TNI Polri telah kami siapkan untuk mengevakuasi warga apabila sewaktu-waktu terjadi pengungsian," kata dia.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.