Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perubahan Gunung Merapi yang Terekam Sejak 2 Maret, Sebelum Erupsi Siang Tadi

Gunung Merapi pada Sabtu (4/3/2023) pekan lalu belum mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Perubahan Gunung Merapi yang Terekam Sejak 2 Maret, Sebelum Erupsi Siang Tadi
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Seorang warga melintas di lereng gunung Merapi di Desa Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. 

4 Maret 2023

Gunung Merapi pada Sabtu (4/3/2023) pekan lalu belum mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas.

Pengamatan dilakukan mulai pukul 00:00-06:00 WIB melansir data dari pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Kepala BPPTKG Agus Budi S mengatakan, secara meteorologi, cuaca mendung.

Baca juga: Diguyur Hujan Abu Pekat, Warga Lereng Merapi di Boyolali Masih Beraktivitas Normal

Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 17,7 - 20°C, kelembaban udara 71-99 persen, dan tekanan udara 653-687 mmHg. “Secara visual, gunung kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” kata Agus.

Gempa guguran terjadi sebanyak tujuh kali dengan amplitudo 4-36 mm, berdurasi 44,8-122,5 detik.

Vulkanik dalam terjadi sebanyak 19 kali dengan amplitudo 8-21 mm, S-P 0,5-1 detik berdurasi 7,8-12,2 detik. “Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini berada di level III atau siaga,” jelas Agus.

Rekomendasi Untuk Anda

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Sektor itu meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara, sektor meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Gunung Merapi ketika Erupsi dan semburkan Awan Panas, Sabtu 11 Maret 2023.
Pemandangan erupsi Gunung Merapi ketika menyemburkan awan panas, Sabtu 11 Maret 2023. (Dok BPPTKG)

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status Aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tegas Agus.

7 Maret 2023

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas