Guru Ngaji di Sragen Lecehkan Anak di Bawah Umur: Modus Menasihati, Pelaku Beraksi Saat Rumah Kosong
Modus yang digunakan pelaku adalah menasehati korban agar tidak ikut bermain dengan teman-temannya
Editor: Erik S

"Modusnya tipu muslihat dan menasihati korban agar tidak ikut-ikutan main yang tidak baik dengan teman-temannya," jelasnya, kepada TribunSolo.com, Rabu (28/6/2023).
Aksi bejat itu dilakukan pelaku pada Kamis (25/5/2023) lalu.
Awalnya pelaku datang ke rumah korban.
Modus yang digunakan pelaku adalah menasehati korban agar tidak ikut bermain dengan teman-temannya karena tidak baik.
"Pelaku menindih korban, selanjutnya pelaku kemudian pergi meninggalkan korban," jelasnya.
Tak sampai di situ, keesokan harinya pelaku kembali datang ke rumah korban yang kebetulan sedang sendiri di rumahnya.
Baca juga: Mahasiswi Pascasarjana di Sleman Nyaris Jadi Korban Rudapaksa, Kronologi hingga Sosok Pelaku
Pelaku kemudian mendekati korban dan mengajak korban menuju kamar dan kembali melakukan pencabulan seperti layaknya hubungan suami istri.
"Atas kejadian tersebut korban menceritakan keluarganya. Keluarga yang tidak kemudian melaporkan ke Polres Sragen," kata Kasatreskrim.
Penulis: Erlangga Bima Sakti
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Guru Ngaji Cabuli Bocah di Sragen: Tak Hanya Sekali, Pelaku Datangi Korban saat Rumah Kosong
dan
Modus Guru Ngaji di Sragen Cabuli Anak 12 Tahun : Pura-pura Nasehati Agar Tak Bermain dengan Teman
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.