Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Cemburu, Suami di Cirebon Bakar Rumah dan Aniaya Istrinya

Seorang preman kampung di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kini menjadi target polisi karena membakar rumah istrinya

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Cemburu, Suami di Cirebon Bakar Rumah dan Aniaya Istrinya
Eki Yulianto/Tribun Jabar
Rumah di Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon dibakar pemiliknya yang cemburu pada istri. Rumah itu dibakar Sabtu (18/11/2023) sekitar pukul 18.30 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON -  H, seorang preman kampung di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kini menjadi target polisi karena membakar rumah istrinya, Suniyani (38).

H diduga nekat membakar rumah istrinya karena faktor cemburu. H juga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.

Suniyani pun mendatangi Polsek Gegesik pada Selasa (21/11/2023) untuk melapor.

Baca juga: Pria di Sumut Masukkan Ibu Kandung ke Rumah Sakit Jiwa Dibantu 3 Preman, Diduga Ingin Kuasai Warisan

Diungkapkan dia, peristiwa itu berawal saat dirinya sedang bersantai usai makan malam dan hendak duduk di luar rumah pada Jumat (17/11/2023) malam.

Namun belum juga sampai melaksanakan niatnya, aksi Suniyani dilarang oleh suaminya.

Suniyani dilarang keluar dan percekcokan terjadi.

"Saya tuh nurut padahal, gak jadi keluar rumah, tapi suami terus marah cekcok lah," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

 H kemudian main tangan. Dia mengigit lengan kiri Suniyani dan mencekiknya.

"Lengan kiri saya digigit dan disabet menggunakan sabuk. Lalu saya juga dicekik menggunakan tangan dan sabuk," beber korban.

Suniyani juga dilempari gelas yang ada isinya teh manis. H kemudian menebar ancaman akan membunuh Suniyani.

 Tak hanya sampai di situ, percekcokan terus berlanjut.

Teman H datang dan membawa benda cair diduga bensin yang dibungkus dengan plastik.

Bensin itu kemudian diberikan kepada H.

Dengan bensin itu, H mencoba membakar Suniyani dan seisi rumah.

"Bensinnya itu diikat, digigit, terus ituin (banjur) ke tubuh saya. Dibalurin bensin saya tuh. Terus koreknya digituin sama baju saya tuh. Alhamdulillahnya enggak nyala," ucapnya.

Baca juga: Diserang dan Dikeroyok Preman, Pedagang Pasar Kutabumi Tangerang: Mereka Pakai Bambu

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas