Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahasiswi yang Tertembak di Kendari Ternyata Korban Salah Sasaran Oknum Polisi, Ini Kronologisnya

M menjadi korban salah tembak oknum polisi Polda Sultra yang bertugas di bagian narkoba.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mahasiswi yang Tertembak di Kendari Ternyata Korban Salah Sasaran Oknum Polisi, Ini Kronologisnya
net
ilustrasi - Seorang mahasiswi bernisial M menjadi korban peluru nyasar oknum Polda Sultra, Rabu (31/1/2024) dini hari. Peristiwa itu terjadi di dekat SPBU Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWS.COM, KENDARI - Seorang mahasiswi berinisial M menjadi korban peluru nyasar alias salah sasaran oknum Polda Sultra, Rabu (31/1/2024) dini hari.

Peristiwa itu terjadi di dekat SPBU Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Informasi yang dihimpun Tribun, M menjadi korban salah tembak oknum polisi Polda Sultra yang bertugas di bagian narkoba.

Sepupu korban bernama Lukman mengatakan, Dirnarkoba Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Tcahyo Bawono sempat mengunjungi korban di RS Ismoyo Korem Kota Kendari.

Baca juga: Terungkap Kronologi Penembakan 2 Anggota Brigade Umar Bin Khattab Saat Swepping Judi di Colomadu

"Sekitar jam 7 (Dirnarkoba Polda Sultra) dia datang, nanti saya kirimkan rekamannya pas M ngobrol sama Dir Narkoba," ujar Lukman.

Lukman kemudian mengirimkan rekaman tersebut. Rekaman suara tersebut terbagi dua.

Awalnya dari rekaman tersebut, terdengar Bambang terlebih dahulu bertanya kepada korban sehingga ikut dengan IP alias Bocil dan BL.

Rekomendasi Untuk Anda

M pun terdengar menjelaskan kepada Bambang, mengenai kronologi hingga ia terkena tembakan.

Kata M di depan Bambang, sebelum IP atau Bocil turun ia sempat ngobrol dengan BL.

"Tapi saya tidak tau apa yang mereka bicarakan, karena saya main HP," ujar M kepada Bambang.

Setelah itu IP atau Bocil turun dari mobil.

"Tapi saya tidak tau kenapa dia turun," tuturnya.

Bambang kemudian menjelaskan kalau Bocil turun untuk mengambil tempelan narkoba.

"Jadi pada intinya kita mau tangkap Bocil, jadi pada saat ade di dalam."

Baca juga: Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan WNA Turki di Bali: Pelaku WNA 3 Orang, Pakai Masker

"Bocil turun untuk mengambil tempelan narkoba. Kemudian pada saat akan ditangkap dia melarikan diri, dan coba menabrak anggota kami," ujarnya.

Sumber: Tribun Sultra
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas