Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Viral Kaki Bocah Putus Ditebas ODGJ di Buton, Korban Diserang saat Bermain, Polisi Amankan Pelaku

Sebuah video yang memperlihatkan bocah tergeletak di semak-semak dengan kondisi kaki terputus akibat ditebas dengan parang oleh ODGJ menjadi viral.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Isti Prasetya
Editor: Sri Juliati
zoom-in Viral Kaki Bocah Putus Ditebas ODGJ di Buton, Korban Diserang saat Bermain, Polisi Amankan Pelaku
TRIBUNNEWSSULTRA.COM/HARNI SUMATAN
RS (9) korban diserang ODGJ di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara sempat kesulitan biaya operasi ketika hendak melakukan operasi kaki usai ditebas ODGJ. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan bocah tergeletak di semak-semak dengan kondisi kaki terputus akibat ditebas dengan parang oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjadi viral di media sosial.

Diduga peristiwa tersebut terjadi di Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tampak dalam video tersebut bocah itu berada di pesisir pantai dengan kondisi telapak kakinya terpisah dari tubuhnya.

Terlihat korban menyeret diri cukup jauh sebab potongan kaki miliknya berada sekitar 20 meter darinya.

Video tersebut menjadi viral setelah diunggah oleh akun X (Twitter) @folkshittmedia pada Sabtu (2/3/2024).

Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapatkan 4,6 juta penayangan.

Kronologi

Rekomendasi Untuk Anda

Mengutip TribunnewsSultra, insiden tersebut terjadi di Desa Walompo, Kecamatan Siontapina, Sultra pada Jumat (16/2/2024) lalu.

Peristiwa nahas tersebut dilaporkan ke Polsek Sampuabalo sekitar pukul 16.00 WITA.

Bermula ketika korban berinisial RS (9) sedang bermain bersama rekan-rekan sepermainannya di sekitar pantai.

Saat itu, pelaku datang melakukan aktivitasnya seperti biasa yakni membuat hulu parang di lokasi anak-anak tersebut bermain.

Pelaku diduga terganggu dengan kehadiran anak-anak tersebut hingga melempar parang tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Sampuabalo, Iptu Almuhalid.

"Mungkin atas kehadiran korban, pelaku merasa terganggu hingga terjadilah penganiyaan tersebut," jelasnya.

Baca juga: Viral Parkir VIP di Stasiun Tugu Digetok Tarif Rp350.000 per 7 Jam, Dishub Yogya: Area Waiting Zone

Berdasarkan penelusuran, anak-anak yang berada di lokasi tersebut mengaku, pelaku melakukan tiga kali percobaan menggunakan parang hingga mengenai kaki kiri korban.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas