Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengakuan Suami di Gresik seusai Istri Tewas Dibunuh, Uang Rp160 Juta dan Handphone Hilang

Terungkap detik-detik tewasnya ibu muda di Gresik. Korban ditemukan suaminya dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Pengakuan Suami di Gresik seusai Istri Tewas Dibunuh, Uang Rp160 Juta dan Handphone Hilang
Istimewa
Kematian Wardatun Toyyibah (28), warga Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur masih meninggalkan teka-teki. Datun ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh suaminya di dalam kamar, Sabtu (16/3/2024) dinihari. Foto Wardatun, bayinya berusia 2,5 tahun dan sang suami, Mahfud. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang ibu di Gresik, Jawa Timur bernama Wardatun Toyyibah (28) menjadi korban pembunuhan disertai perampokan.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh suaminya, Mahfud (42) pada Sabtu (16/3/2024) sekitar pukul 05.00 WIB.

Korban merupakan agen bank BUMN di Desa Ima'an, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Mahfud menjelaskan, dirinya tidur di ruang tengah sedangkan korban di kamar bersama anaknya yang masih 2,5 tahun.

Anaknya selamat, namun mengalami luka di bagian kaki.

"Pertama tahu sekitar jam 05.00 WIB lebih, tak lihat di bawah tempat tidur ada banyak darah."

"Kemudian saya langsung ke rumah kakak saya. Kakak saya yang pertama mengangkat jasad istri saya," ungkapnya, Sabtu (16/3/2024), dikutip dari TribunJatim.com.

Rekomendasi Untuk Anda

Kasus penemuan jasad ini tidak langsung dilaporkan ke kepolisian lantaran Mahfud mengira istrinya tewas bunuh diri.

Setelah diperiksa seisi kamar, terungkap uang Rp160 juta yang disimpan di laci hilang.

Selain itu, hanphone milik Mahfud yang berada di kamar juga raib.

"Kan tak kira bunuh diri atau apa, tapi kok ternyata barang saya hilang semua," sambungnya.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Gresik Jadi Korban Perampokan, Mertua: Saya Bangunkan Tak Direspons

Diduga korban sempat melawan pelaku perampokan sehingga dibunuh.

Mahfud tidak mengetahui ciri-ciri pelaku perampokan yang membunuh istrinya.

"Kemungkinan juga istri saya tahu dan melawan," bebernya.

Diketahui, Mahfud dan Wardatun Toyyibah telah menikah selama 9 tahun dan dikaruniai seorang anak yang berusia 2,5 tahun.

Hasil Autopsi

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas