5 Fakta Ibu Melahirkan di Jalan Rusak Berujung Kematian: Dokter Desersi hingga Saling Tunjuk Hidung
Tak ada jalan lain, dibantu bidan yang mendampinginya, ibu Maru' harus melahirkan di tepi jalan di bawah terik matahari dengan beralaskan sarung.
Editor: Acos Abdul Qodir
Dan pihaknya pun sudah melaporkan kejadian itu ke Pemprov Sulsel dan minta jalan tersebut segera diperbaiki.
“Karena memang poros ini adalah poros provinsi, ada sebagian sudah dikerjakan oleh Pemda, tapi kami juga tidak sanggup untuk semuanya,” ucapnya.
Baca juga: Kakek Beristri 3 di Pamekasan Hamili Cucu Tetangga, Jadi Buronan Selama Tiga Tahun
Sementara itu, Ikatan pemuda pelajar mahasiswa Simbuang-Mappak (IPPEMSI) Makassar mengutuk keras Pemerintah Provinsi Sulsel yang terus acuh terhadap persoalan masyarakatnya.
"Kami sudah berulang kali ingatkan Pemrov Sulsel untuk segera menindaklanjuti longsor dan beberapa persoalan di Simbuang-Mappak, namun sampai berita ini beredar, tak ada itikad baik yang ditunjukkan pemerintah," ucap Robertus, koordinator Sosial IPPEMSI Makassar.
Jalan ini menjadi tanggung jawab provinsi karena menghubungkan Kabupaten Tana Toraja, Sulsel dengan Kabupaten Mamasa, Sulbar.
Sejak longsor terjadi di jalan ini, hingga sekarang material longsor belum juga dibersihkan oleh pemerintah.
Lanjut Robertus, Pemprov Sulsel harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi pada warga Simbuang.
Menurutnya jika pemprov cepat menanggapi longsor tersebut, kemungkinan besar kejadian naas di atas takkan terjadi.
"Kami akan terus tagih dan kejar pertanggungjawaban pemrov, terutama Pj Gubernur Sulawesi Selatan," tutup Robertus.
Kejadian Serupa, Pasien Digotong 8 Km
Sebelum kejadian ibu melahirkan di jalan, pada Jumat, 19 April 2024 lalu, seorang warga Simbuang ditandu berkilo-kilo meter akibat akses jalan yang tidak bisa dilalui ambulance karena masih tertutup longsor.
Warga berinisial MR (69) terpaksa ditandu warga sejauh 8 km agar menjangkau akses yang bisa dilalui kendaraan untuk kemudian membawanya ke RSUD Lakipadada, Makale, Tana Toraja.
MR menderita suatu penyakit yang membuatnya harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Jarak dari Kecamatan Simbuang menuju ke RS Lakipada Kota Makale sejauh 80 kilometer atau dapat ditempuh kendaraan selama 3 jam.
Nampak belasan warga bergotong royong, silih berganti mengangkat tandu tersebut. Bahkan, mereka membawa air minum dan makanan untuk bekal mereka saat menandu.
Mereka menggunakan alas kaki seadanya, bahkan ada juga yang tidak menggunakan alas kaki.
Ada juga warga yang membawa alat seadanya seperti cangkul dan skop dan parang untuk membuka akses jalan yang susah untuk dilewati. (Tribunnews/Tribun Toraja/net)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.