Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pegi Setiawan akan Ajukan Praperadilan, Slip Gaji hingga Kesaksian Sesama Kuli Disiapkan

Tersangka pembunuhan Vina dan Eki, Pegi Setiawan alias Perong disebut bakal mengajukan praperadilan. Sejumlah barang bukti dan saksi disiapkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Abdul Muhaimin
zoom-in Pegi Setiawan akan Ajukan Praperadilan, Slip Gaji hingga Kesaksian Sesama Kuli Disiapkan
Tribunnews.com
Pria bernama Robi akhirnya buka suara setelah Pegi Setiawan, terduga otak pembunuhan Vina dan Eky ditangkap. 

"Itu membuktikan Pegi masih kerja," tambahnya.

Pengakuan Sesama Kuli Bangunan

Rekan sesama kuli bangunan, Suharsono ikut membela Pegi Setiawan.

Suharsono meyakini bahwa Pegi saat peristiwa maut itu terjadi, sedang berada di Bandung mengerjakan pembangunan rumah milik Agus di Rancamanyar, Kota Bandung.

Baca juga: Update Kasus Vina: Adik Pegi Diperiksa, Kuasa Hukum Bawa Bukti Slip Gaji Pegi pada Agustus 2016

Ketika itu, Suharsono yang tak betah kerja di Bandung pulang ke Cirebon.

Rekan kerja sesama kuli yaitu Ibnu, Robi dan Pegi mengantarkan Suharsono ke jalan raya hingga mobil angkutan umum tiba.

"Setelah saya dapat angkutan umum, Pegi, Ibnu dan Robi balik lagi ke mess proyek," ujarnya seperti dalam siaran Kompas TV yang tayang pada Selasa (28/5/2024).

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka pun tidur di dalam bedeng, termasuk Suparman, pamannya dan Rudi, ayahnya.

Suharsono menilai tak mungkin Pegi melakukan pembunuhan terhadap Vina dan Eky di malam itu.

"Enggak mungkin lah, saya aja dari Bandung ke Cirebon 4 jam (butuh waktu). Enggak mungkin pergi bunuh," lanjutnya.

Suharsono berani memberikan kesaksiannya di depan pengadilan.

Baca juga: Iptu Rudiana Muncul ke Publik Usai Pegi Ditangkap, Tolak Wawancara hingga Ingin Tenangkan Diri

"Yakin saya siap bersaksi untuk mengungkap kebenaran, keadilan," kata Suharsono mantap saat ditanya Pengacara Toni dalam Channel Youtube Pengacara Toni yang tayang pada Selasa (28/5/2024).

Semenjak berani membela Pegi, Suharsono mengaku merasa diintimidasi.

Ia diteror oleh banyak nomor anonim yang menyasar ke nomor ponselnya.

"Iya tidak dikenal (nomor anonim). Banyak yang nelpon, jadi saya enggak angkat," katanya.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas