Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

DPRD Kalsel Sarankan Penetapan KLB untuk Fenomena Kecubung yang Tewaskan 2 Orang

Menurutnya, kasus puluhan pasien yang dirawat serta dua orang meninggal akibat penyalahgunaan buah kecubung, bisa ditetapkan sebagai KLB

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in DPRD Kalsel Sarankan Penetapan KLB untuk Fenomena Kecubung yang Tewaskan 2 Orang
Tangkap layar Intisari.
Bunga Kecubung 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM - Dua orang di Kalimantan Selatan tewas setelah memakan buah kecubung.

Bahkan, di Kalimantan Selatan, saat ini banyak yang masuk rumah sakit karena maraknya masyarakat yang konsumsi tanaman beracun ini.

Hal tersebut pun disoroti Ketua Kimisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Lutfi Saifuddin.

Menurutnya, kasus puluhan pasien yang dirawat serta dua orang meninggal akibat penyalahgunaan buah kecubung, bisa ditetapkan sebagai kejadian luar biasa atau KLB.

“Ini sebuah kejadian yang luar biasa, bahwa Kalomantan Selatan sedang darurat Kecubung,” kata Lutfi, Rabu (10/7/2024) di Banjarmasin.

Lutfi menilai, penetapan status KLB akan membuat penanganan terhadap kecubung semakin serius.

Ia meminta aparat penegak hukum mengusut pengedar tanaman yang mengandung zat alkaloid tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

“Sehingga peredaran bisa dihentikan, dan korban tidak semakin bertambah,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum melaporkan ada 28 pasien menjalani perawatan akibat kecanduan obat yang diduga dari kecubung.

Bahkan, dua orang di antaranya meninggal dunia. Keduanya merupakan pria yang berasal dari Banjarmasin dengan usia 20 dan 44 tahun.

Diwartakan sebelumnya, jumlah asien yang dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum diduga akibat penyalahgunaan kecubung, terus bertambah.

Baca juga: Korban Mabuk Kecubung di Banjarmasin Bertambah, 44 Orang Kini Dirawat di RSJ

Hingga Kamis (11/7/2024) siang, Kepala Seksi (Kasi) Humas RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto mengatakan ada 44 orang yang mendapatkan penanganan. Dua orang di antaranya meninggal dunia.

“Dari 44 orang itu, tujuh pasien menjalani rawat jalan,” katanya.

Harmanto menjelaskan, penanganan terhadap pecandu kecubung bervariasi, tergantung tingkat keparahannya.

Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora mengatakan, saat ini pihaknya fokus pada penanganan intoksikasi pasien.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas