Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bermula dari MiChat, Pedagang Siomay di Semarang Bunuh Wanita Bertato dan Sembunyikan Jasadnya

Inilah kabar terbaru soal kasus kematian wanita bertato di dalam hotel di Semarang, Jawa Tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bermula dari MiChat, Pedagang Siomay di Semarang Bunuh Wanita Bertato dan Sembunyikan Jasadnya
Tangkap layar kanal YouTube Polrestabes Semarang
Eko Prasetyo, penjual siomai pembunuh wanita bertato burung hantu di hotel Semarang. Pelaku dan korban sempat berhubungan badan. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah kabar terbaru soal kasus kematian wanita bertato di dalam hotel di Semarang, Jawa Tengah.

Diketahui, korban ditemukan tewas di bawah tempat tidur pada Sabtu (9/11/2024).

Setelah ditelusuri, korban yang berinisial NJS (25) tersebut dibunuh oleh Eko Prasetyo (25).

Eko yang merupakan pedagang siomay ini tega membunuh pekerja seks perempuan (PSP) ini lantaran sakit hati.

Ia menghabisi nyawa NJS dengan cara mencekik leher korban selepas berhubungan badan, Kamis (7/11/2024).

Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Eko saat dihadirkan di konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Senin (11/11/2024).

"Saya sakit hati karena korban bilang dengan nada tinggi, kamu orang gemuk order Michat bikin repot," kata tersangka Eko, dikutip dari TribunJateng.com.

Kronologi Pembunuhan
Rekomendasi Untuk Anda

Pembunuhan tersebut bermula ketika Eko datang ke hotel menaiki bus antar kota untuk menghindari permasalahan keluarga dan istrinya.

Di Semarang, ia iseng melihat TikTok untuk mencari cara memesan prostitusi online.

Bertemulah Eko dengan korban dengan kesepakatan Rp500 ribu per jam.

"Awalnya harga Rp700 ribu. Nego akhirnya dapat Rp500 ribu," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Eko Prasetyo, Penjual Siomai Bunuh Wanita Bertato di Hotel Semarang, Sempat Hubungan Badan

Namun, Eko kecewa saat bertemu korban lantaran tak sesuai dengan ekspektasinya.

"Di foto Michat namanya Lisa cantik, kulit putih dan bodinya masuk."

"Yang datang malah korban dengan kondisi sebaliknya," katanya.

Eko yang tak terima pun akhirnya hanya memberikan uang Rp100 ribu sebagai tanda tak jadi.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas