Kondisi Mental Korban Perundungan Ivan Sugiamto Belum Stabil, Takut Bertemu Orang usai Kejadian
Kuasa Hukum SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, Sudiman Sidabuke mengungkap hingga kini korban perundungan Ivan Sugiamto masih mendapatkan pendampingan.
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Kuasa Hukum SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, Sudiman Sidabuke mengungkapkan kondisi korban perundungan Ivan Sugiamto saat ini.
Sudiman mengatakan kini korban telah kembali ke sekolah setelah sempat diistirahatkan selama tiga hari.
"Sudah masuk sekolah, memang kemarins sempat kami istirahatkan selama tiga hari," kata Sudiman, dilansir Kompas TV, Rabu (20/11/2024).
Sejauh ini, pihak sekolah juga telah memberikan pendampingan kepada korban.
Mengingat setelah menerima perundungan dari Ivan Sugiamto, korban menjadi takut bertemu dengan orang lain.
Diharapkan adanya pendampingan ini bisa membuat korban lebih tenang dan semangat.
"Kita berikan pendampingan, supaya ada ketenangan, ada semangat. Karena terdengar anak ini takut ketika ketemu orang pasca terjadinya peristiwa itu."
"Karena itu sekolah, bagaimanapun anak kita yang masih dalam keadaan tidak stabil begitu lalu secara aktif kita lakukan pendampingan untuk menambah semangat dari anak itu," jelas Sudiman.
Proses pendampingan pun masih dilakukan pasca terjadinya perundungan itu hingga saat ini.
"Sampai saat ini (pendampingan masih dilakukan), seingat saya begitu," ungkap Sudiman.
Diketahui, kasus ini bermula dari perselisihan antar siswa SMA Kristen Gloria 2 berinisial EV dengan siswa SMA Cita Hati berinisial AL.
Baca juga: Anak Ivan Sugiamto Muncul Siap Pasang Badan, Sang Istri Tetap Bungkam, Akun Medsos Digembok
Pada akhir Oktober 2024 lalu, EV mengejek AL yang sekolahnya kalah dalam pertandingan basket.
Karena tak terima, AL justru mengadu olokan EV kepada ayahnya yang bernama Ivan Sugiamto.
Ivan Sugiamto yang murka pun mendatangi EV di sekolahnya.