Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswi SD di Rembang Diduga Jadi Korban Bullying dan Pelecehan, Kepsek: Tak Ada Pencabulan

Inilah kabar terbaru soal kasus dugaan bullying dan pencabulan yang terjadi di Kecamatan Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Siswi SD di Rembang Diduga Jadi Korban Bullying dan Pelecehan, Kepsek: Tak Ada Pencabulan
UPI.com
Ilustrasi pelecehan 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah kabar terbaru soal kasus dugaan bullying dan pencabulan yang terjadi di Kecamatan Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Diketahui, korbannya sendiri merupakan siswi kelas enam SD.

Dan terduga pelaku ada empat orang.

Menanggapi hal tersebut, kepala sekolah pun memberikan keterangan.

"Guru-guru waktu pukul 09.00 WIB, itu karena jam istirahat (pelajaran) maka guru-guru mengumpul di perpustakaan, untuk mengikuti sosialisasi e-rapot," kata Kepala Sekolah Dasar di Lasem, Arief Rahardi, Rabu (18/12/2024).

Mengutip TribunJateng.com, hal tersebut pun membuat para siswa tak termonitor.

Ia menuturkan, lokasi kejadian tak jauh dari tempat para guru mendapatkan sosialisasi e-rapot.

Rekomendasi Untuk Anda

Guru-guru juga sempat mendengar adanya kegaduhan di dalam kelas.

Sehingga satu guru datang ke lokasi dan memulangkan murid.

"Guru mendengar ada suara yang tidak seperti biasanya, karena saat itu sedang tidak ada pelajaran dan para guru sibuk dengan e-rapot sehingga salah satu guru meminta tolong untuk anak-anak sebaiknya dipulangkan saja," ujar Arief.

Saat dipulangkan, korban tak terlihat oleh guru hingga akhirnya ditemukan di kamar mandi dalam kondisi menangis.

Baca juga: 4 Siswa SD di Rembang Cabuli dan Bully Teman Sekelas, Ibu Korban Ceritakan Perbuatan Pelaku

"Kemudian dipulangkan dan guru tidak tahu adanya kasus tersebut," sambungnya.

Terkait soal pencabulan, Arief menyangkal hal tersebut.

Dari keterangan empat siswa terduga pelaku, mereka hanya meminta kunci yang disimpan di kantong rok korban.

"Mereka (terduga pelaku) meminta kunci dengan maksud menutup sekat kelas agar kelas 5 dan 6 tidak campur,"

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas