Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sadisnya Pembunuhan Guru SD di Kampar Riau, Pelaku Mengaku Sakit Hati

Kronologi pembunuhan sadis guru SD di Kampar, pelaku mengaku sakit hati.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sadisnya Pembunuhan Guru SD di Kampar Riau, Pelaku Mengaku Sakit Hati
Tribunpekanbaru.com
Heri Aprianus Saragih, guru di Kampar Riau diduga menjadi korban pembunuhan. Jasadnya ditemukan di kebun sawit, Jumat (29/11/2024) sore. 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang guru di Kampar, Riau.

Korban, Heri Aprianus Saragih, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di jalan dalam areal perkebunan kelapa sawit di Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Jumat (29/12/2024).

Pelaku berinisial DS (33) ditangkap di wilayah Sumatera Utara pada Minggu (15/12/2024).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar, AKP Elvin Septian Akbar, mengonfirmasi penangkapan tersebut.

Heri Aprianus Saragih, yang merupakan guru kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 021 Senama Nenek, mengalami luka bakar dan luka gorok di lehernya.

Menurut Kombes Pol Anom, Kabid Humas Polda Riau, pelaku melakukan tindakan sadis ini karena merasa sakit hati terhadap korban yang sering mengejek dan merendahkan dirinya.

"Pelaku saat itu kesal dengan korban karena sering diejek dan direndahkan. Merasa tak terima, pelaku DS merencanakan aksi pembunuhan terhadap HAS," terangnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kejadian berawal saat korban melintas di perkebunan sawit.

Pelaku menikam leher korban dari belakang dan menggoroknya hingga terjatuh.

Setelah itu, pelaku mengambil barang berharga milik korban, termasuk uang tunai Rp13 juta dan satu unit handphone.

Setelah membunuh, pelaku tidak berhenti di situ.

Baca juga: Kronologis Pembunuhan Guru PPPK di Kampar Riau, Bermotif Sakit Hati Merasa Direndahkan

Ia membuka selang karburator motor milik korban dan menampung BBM ke dalam teko.

"Pelaku menyiram tubuh korban dengan BBM dan menyulutnya dengan api mancis," jelas Anom.

Doni Suharianto, pelaku, kemudian meninggalkan lokasi dan menyembunyikan pisau yang digunakan untuk membunuh di dalam lumpur.

Ia juga membakar identitas korban beserta dompetnya di areal perkebunan sawit.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas