Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dosen Penyuka Sesama Jenis Diperiksa Polda NTB, Lakukan Pelecehan pada 22 Mahasiswanya

LR, dosen yang dilaporkan melakukan kekerasan seksual sesama jenis diperiksa Polda NTB. Korbannya capai 22 orang

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dosen Penyuka Sesama Jenis Diperiksa Polda NTB, Lakukan Pelecehan pada 22 Mahasiswanya
freepik
ilustrasi borgol - LR, dosen yang dilaporkan melakukan kekerasan seksual sesama jenis diperiksa Polda NTB. Korbannya capai 22 orang 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang dosen berinisial LR diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

LR diperiksa kemarin, Selasa (7/1/2024), setelah dilaporkan melakukan pelecehan sesama jenis.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujewati, mengonfirmasi hal tersebut.

"Nantinya masih proses penyelidikan," kata Puje singkat saat ditanya soal pemeriksaan terkait LR, Selasa.

Dikutip dari TribunLombok.com, diketahui korban pelecehan sesama jenis dari LR ada 22 orang.

Korban tersebut merupakan mahasiswanya sendiri, bahkan ada yang sudah alumni.

Joko Jumadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, NTB, menjelaskan, dari 22 korban, 10 orang merupakan mahasiswa dari kampus yang berbeda.

Rekomendasi Untuk Anda

Joko menyebut para korban berasal dari dua kampus berbeda.

Sementara, LR sendiri mengajar di tiga kampus.

"Kalau kasus seperti ini korban belum sepenuhnya speakup, yang terindikasi baru dua kampus yang satu kampus belum ada korban," kata Joko, Jumat (3/1/2025).

Dari semua korban, lanjut Joko, belum ada korban perempuan yang melaporkan dugaan pelecehan seksual ini.

Baca juga: Motif Penganiayaan dan Pelecehan Wanita di Pluit Jakarta Utara, Ibu dan Anak-anaknya jadi Tersangka

LR, kata Joko, juga sudah dipecat dari tiga kampus berbeda tempatnya mengajar.

"Saya sudah dapat info dari teman-teman sudah dipecat dari ketiga kampus," katanya.

Diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual ini terungkap pada Kamis (26/12/2024), setelah salah satu korban berani melapor.

Sabri, Ketua Sasaku Nusantara di Lombok Barat yang mendampingi para korban, mengatakan pelaku memperdaya mahasiswanya dengan istilah-istilah yang tidak dipahami oleh para korban.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas