Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Update Ratusan Warga Keracunan Makanan Saat Acara Hajatan di Tempel Sleman, 6 Orang Rawat Inap di RS

Kepala Puskesmas Tempel I, Diana Kusumawati mengatakan mayoritas korban mengalami keluhan diare dan demam

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Update Ratusan Warga Keracunan Makanan Saat Acara Hajatan di Tempel Sleman, 6 Orang Rawat Inap di RS
Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani
KERACUNAN MAKANAN : Posko kesehatan di Padukuhan Krasakan, Tempel, Sleman, Minggu (09/02/2025). Kapolsek Tempel, AKP Gunawan Setiyabudi mengatakan pihaknya masih fokus pada pendampingan penanganan korban 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Sebanyak 130 warga mengalami keracunan usai menghadiri pernikahan di Padukuhan Krasakan, Tempel, Sleman DI Yogyakarta. 

Tercatat ada 6 korban yang terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit. Dan ada 2 orang yang sempat dirawat di posko kesehatan. 

Kapolsek Tempel, AKP Gunawan Setiyabudi mengatakan pihaknya masih fokus pada pendampingan penanganan korban sementara untuk penyidikan  enggan menjelaskan. 

 "Fokus pendampingan penanganan korban," katanya," katanya, Minggu (09/02/2025).

Ia melanjutkan ada 15 personel yang diterjunkan.

Mereka difokuskan di posko kesehatan yang berada di Padukuhan Krasakan. 

"Ada 15 (personel) di sini (posko kesehatan)," lanjutnya. 

Kepala Puskesmas Tempel I, Diana Kusumawati menerangkan mayoritas korban keracunan mengalami diare dan demam. 

Baca juga: Sate Gulai Kambing Diduga jadi Penyebab Keracunan Massal di Ponorogo, Diduga Mengandung Bakteri

Korban yang mengalami keracunan tidak hanya warga di Padukuhan Krasakan, Tempel, Sleman.

Ada beberapa warga Muntilan, Magelang yang juga mengalami gejala. 

 Sebanyak 92 korban sempat diobservasi di rumah sakit.

"Pertama diketahui 26 (korban keracunan), karena kami buka posko dan sebagainya, banyak yang memang dihubungi untuk diperiksa. Terakhir data 15.30 WIB ada 130. 

Untuk yang rawat inap ada 6," ujarnya. 

Ia menyebut posko kesehatan akan didirikan selama 24 jam untuk observasi.

Jika masih dibutuhkan, posko kesehatan akan terus dibuka. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas