Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sisi Lain KGPAA Hamangkunegoro yang Tulis Nyesel Gabung Republik, Pernah Terlibat Kecelakaan

Sisi lain KGPAA Hamangkunegoro yang unggah status nyesel gabung republik. Usianya baru 22 tahun dan pernah terlibat kecelakaan yang berakhir damai.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sri Juliati
zoom-in Sisi Lain KGPAA Hamangkunegoro yang Tulis Nyesel Gabung Republik, Pernah Terlibat Kecelakaan
KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati
PUTRA MAHKOTA SOLO - Putra Mahkota Keraton Solo, KGPAA Hamangkunegoro di Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo pada Jumat (11/8/2023). Inilah sisi lain KGPAA Hamangkunegoro yang unggah status nyesel gabung republik. Usianya baru 22 tahun dan pernah terlibat kasus kecelakaan yang berakhir damai. 

Dari pantauan di Instagram-nya, KGPAA Hamangkunegoro tercatat memiliki lebih dari 16 ribu pengikut.

Ia jarang mengunggah postingan melalui feed Instagram. Hanya ada 4 postingan yang diunggahnya sendiri.

Salah satu postingan yang menarik perhatian adalah foto bersamanya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Terlihat KGPAA Hamangkunegoro duduk di samping Gibran yang mengenakan kemeja putih.

Di momen lain, keduanya terlihat berjalan bersama sembari bercakap-cakap.

Foto lain yang ikut menarik perhatian adalah foto KGPAA Hamangkunegoro bersama sang ayah, PB XIII. Keduanya duduk bersampingan sembari menghisap cerutu. 

Tanggapan Pihak Keraton terkait Status KGPAA Hamangkunegoro

Usai status 'Nyesel Gabung Republik' menuai sorotan, pihak Keraton buka suara.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat, KPA H Dany Nur Adiningrat, kritik itu, disampaikan sebagai respons atas berbagai permasalahan di Indonesia saat ini.

Di antaranya, kasus Pertamax oplosan yang menyebabkan kerugian negara hampir Rp1.000 triliun. 

Kemudian, PHK massal di PT Sritex, yang tetap terjadi meskipun ada janji perlindungan dari pemerintah.

Lalu, korupsi timah yang menyeret banyak pihak dengan nilai kerugian negara sangat besar. 

Ada juga penanganan kasus pagar laut yang dinilai tidak tegas oleh pemerintah. 

"Jadi itu kalau melihat unggahan beliau sebelumnya tentang BBM oplosan, PHK massal di Sritex, korupsi timah, serta kebijakan pemerintah yang tidak tegas dalam kasus pagar laut dan lain sebagainya."

"Mungkin itu yang melatarbelakangi beliau timbul unggahan seperti itu," kata Dany, Sabtu (1/3/2025). 

Lebih lanjut, Dany menyebut, kritik tersebut, juga berakar dari status Daerah Istimewa Surakarta (DIS) yang hingga kini masih ditangguhkan oleh pemerintah. 

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas