Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Palangka Raya Ingin Menikah? Alphard Kendaraan Dinas Wali Kota Bisa Dipakai Gratis

Warga Palangka Raya ingin menikah? Alphard Kendaraan Dinas Wali Kota Bisa Dipakai Gratis. Hal itu diungkap Wali Kota Palangka Raya Farid Naparin.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Warga Palangka Raya Ingin Menikah? Alphard Kendaraan Dinas Wali Kota Bisa Dipakai Gratis
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
MOBIL ALPHARD - Warga Palangka Raya ingin menikah? Alphard Kendaraan Dinas Wali Kota Bisa Dipakai Gratis. Hal itu diungkap Wali Kota Palangka Raya Farid Naparin. 

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKA RAYA - Warga Palangka Raya ingin menikah? Alphard Kendaraan Dinas Wali Kota Bisa Dipakai Gratis.

Hal itu diungkap Wali Kota Palangka Raya Farid Naparin.

“Jadi pemerintah Palangka Raya menyediakan satu unit mobil Alphard yang dapat digunakan oleh masyarakat yang memang membutuhkan, seperti resepsi dan lainnya,” ujarnya, pada Rabu (26/3/2025).

Baca juga: 11 Tahun Menikah, Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Akui Masih Saling Cemburu: Tanda Kita Sayang

Menurut dia, upaya mengizinkan Alphard untuk dipinjamkan kepada warga itu sebagai komitmen dalam memberikan pelayanan publik terbaik kepada warga. 

Dia berharap penggunaan mobil dinas milik wali kota secara gratis tersebut bisa menambah kebahagiaan kedua mempelai dalam acara pernikahannya.

Selama ini, dia mengaku lebih sering pakai mobil pribadi saat bekerja

Bagaimana Cara Meminjam 

Peminjaman mobil Alphard ini terbuka untuk seluruh warga Palangka Raya, tanpa terkecuali. 

Rekomendasi Untuk Anda

Jika ada yang ingin meminjam Alphard nanti bisa menghubungi bagian umum, terserah satu atau dua hari bisa asalkan dicantumkan alasan peminjaman

Adat Istiadat Menikah

Seperti dilansir dari Wikipedia, pada umumnya warga di Palangka Raya mengadakan atraksi Lawang Sakepeng untuk meramaikan acara pernikahan.

Lawang Sakepeng adalah atraksi silat tradisional yang berasal dari Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah.

Dalam bahasa Dayak, "Lawang" berarti pintu atau gapura, sementara "Sakepeng" mengartikan satu keping.

Atraksi ini biasanya diperagakan pada upacara adat, baik untuk menyambut tamu atau dalam acara perkawinan. Sebuah gapura khas dengan ukiran tanaman rambat dan hiasan burung enggang menjadi ciri khas dari atraksi ini.

Gapura tersebut terbuat dari kayu dengan ukuran lebar sekitar 1,5 meter dan tinggi 2,3 meter, dihiasi dengan janur atau daun kelapa muda serta talawang (perisai Suku Dayak).

Baca juga: Saat AHY Berulang Kali Kutip Pesan Sesepuh Dayak Iban, Tekankan Pentingnya Tanah Ulayat

Sejarah Lawang Sakepeng

Lawang Sakepeng berakar dari pencak silat, yang awalnya dipengaruhi oleh budaya luar yang dibawa oleh pedagang yang memasuki Kalimantan.

Pengaruh ini meliputi gerakan silat dari Sumatera, Jawa, dan bahkan dari dataran Cina.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas