Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Heboh Dugaan Adanya Dosen Cabul di UIN Mataram, Modus 'Ayah Batin', Korban Lebih dari 5 Mahasiswi

Sudah ada tujuh korban teridentifikasi, namun baru lima yang berani membuat laporan resmi ke kepolisian

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Heboh Dugaan Adanya Dosen Cabul di UIN Mataram, Modus 'Ayah Batin',  Korban Lebih dari 5 Mahasiswi
TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
DOSEN CABUL - Penampakan asrama Ma’had Al-Jamiah UIN Mataram, Rabu (21/5/2025). Rektor UIN Mataram akan melakukan evaluasi pembelajaran di mah'had ini buntut ada laporan dugaan pencabulan. 

Tiga korban telah dimintai keterangan, termasuk pelaku yang datang tanpa panggilan dan kemudian diperiksa.

Sementara,  Rabu (21/5/2025) pagi, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Hitam Melawan menggelar unjuk rasa di depan Gedung Rektorat UIN Mataram.

Mereka menuntut kampus segera memecat oknum dosen pelaku kekerasan seksual.

“Kami mendesak Rektor UIN Mataram segera bersikap,” ujar Doali, koordinator aksi.

Mahasiswa mengecam keras tindakan yang dianggap mencoreng nama baik institusi pendidikan.

Rektor UIN Mataram, Prof Masnun Tahir, memastikan bahwa pihak kampus akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku.

“Kami akan evaluasi semua pengurus Ma’had, dan oknum yang terbukti bersalah akan diberi sanksi tegas,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kampus telah mengeluarkan surat penangguhan terhadap W dan melarangnya mengikuti seluruh kegiatan akademik.

Tim investigasi internal UIN Cere juga telah diturunkan untuk mengumpulkan bukti objektif.

“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran norma dan kode etik,” tegas Prof Masnun.

Dikatakan Masnun, dosen W terkenal baik saat menjabat sebagai kepala asrama sehingga, tak pernah terbayangkan jika akan nekat melakukan pelecehan terhadap mahasiswinya.

 Masnun menyebut, saat ini proses belajar mengajar di Ma’had Ali akan dievaluasi buntut dari kejadian ini.

“Jadi ini ke depan (Ma’had Ali) ini akan kami evaluasi, kalau kegiatan memang tercampur tapi tinggalnya terpisah,” ucap Masnun saat ditemui, Tribun Lombok, Rabu (21/5/2025).

Dia juga membenarkan, proses belajar mengajar di Ma’had ali bisa sampai larut malam.

Terlebih dengan situasi pembelajaran yang campur.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas