Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pendulang Emas di Banjar Kalsel Tewas Dimutilasi, Pelaku Istri dan Ipar 

Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli sebut pemicu utama pembunuhan berawal dari cekcok rumah tangga

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pendulang  Emas di Banjar Kalsel Tewas Dimutilasi, Pelaku Istri dan Ipar 
Istimewa
KEPALA DIPENGGAL-Jasad korban ditemukan di kawasan hutan Desa Paramasan Atas, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar dengan kondisi kepala terpenggal, Kamis (17/7/2025). Pelaku pembunuhan ini diduga istri korban. Polisi mengungkap, motif pembunuhan karena cemburu. 

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Di tengah lebatnya hutan Kalimantan Selatan, tepatnya di Dusun Muara Oman, Desa Paramasan Atas, Kabupaten Banjar, sebuah tragedi memilukan mengguncang warga. 

Seorang pria ditemukan tewas dengan kepala terpenggal, tubuh bersimbah darah di dekat aliran Sungai Kuman.

Korban dikenal sebagai pendulang emas, pendatang baru di desa, dan yang paling mengejutkan pelaku utama pembunuhan adalah istrinya sendiri yang dibantu kakak kandung.

Korban, pria berinisial DI (34), baru menetap di Paramasan.

Ia dikenal sebagai pendulang emas dan menikah dengan FT (28), janda dua anak dari pernikahan sebelumnya.

Kehadiran mereka di dusun itu masih asing bagi sebagian warga.

"Baru sekitar sebulan tinggal di sini. Masih pendatang," ungkap Kepala Desa Paramasan Atas, Ihsan.

Baca juga: Polisi Segera Limpahkan Berkas Perkara Tiga Serangkai Pelaku Pembunuhan Keji Gadis Cisauk

Rekomendasi Untuk Anda

Namun di balik awal yang terlihat tenang, situasi rumah tangga mereka ternyata menyimpan dinamika yang tidak sehat.

Menurut hasil penyelidikan yang diungkap Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli, pemicu utama pembunuhan berawal dari cekcok rumah tangga.

DI dilaporkan kerap melakukan kekerasan fisik terhadap FT.

Pada hari kejadian, keributan kembali pecah di tengah perjalanan menuju lokasi mendulang emas.

Korban diduga marah kepada FT karena cemburu terhadap saudara laki-laki FT yang juga ikut dalam rombongan.

Amarah itu meledak menjadi kekerasan.

Korban memukul sang istri hingga jatuh di tepi Sungai Kuman.

Tak hanya itu, dalam perselisihan sebelumnya, korban bahkan disebut pernah membuang anak dari pernikahan pertama FT ke sungai.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas