Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tragis Lansia di Lahat Dibunuh, Dibakar dan Dimutilasi Anaknya Sendiri yang Kecanduan Judi Online

Kasus pembunuhan, mutilasi dan pembakaran lansia inisial SA di Lahat terungkap kurang dari 24 jam, pelaku anaknya sendiri kecanduan judi online.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tragis Lansia di Lahat Dibunuh, Dibakar dan Dimutilasi Anaknya Sendiri yang Kecanduan Judi Online
Istimewa/Kolase: Dok. Polres Lahat dan Dokumen/Tribun Sumsel
ANAK MUTILASI IBU - (Kiri) Foto Ahmad Fahrozi (23) yang tega mutilasi ibu kandungnya sendiri di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat dan (Kanan) Foto penemuan jasad korban, pada Rabu (8/4/2026). Kasus pembunuhan, mutilasi dan pembakaran lansia inisial SA di Lahat terungkap kurang dari 24 jam, pelaku anaknya sendiri yang kecanduan judi online. 

Ringkasan Berita:
  • Lansia 63 tahun di Lahat inisial SA tewas mengenaskan.
  • Tubuhnya dalam kondisi terpotong, disimpan dalam 3 karung lalu dikubur di sebuah kebun di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, pada Rabu (8/4/2026) dini hari.
  • Sebelum dikubur, tubuh korban sempat dibakar oleh pelaku yang adalah anak korban sendiri, pelaku kecanduan judi online.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lansia bernama Siti Anawati (63) tewas di tangan anak kandungnya sendiri, Ahmad Fahrozi (23). 

Korban dibunuh, dimutilasi, jasadnya dibakar lalu dikubur dalam sebuah lubang di kebun milik korban sendiri.

Kasus ini menggegerkan warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, pada Rabu (8/4/2026) dini hari.

Tragisnya pelaku memotong tubuh korban untuk menghilangkan jejak lalu menyimpannya dalam 3 karung terpisah.

Kurang dari 24 jam, tim gabungan dari Satreskrim Polres Lahat berhasil mengamankan pelaku.

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut sederet fakta di balik kasus mutilasi ibu kandung di Lahat.

 

1. Korban Dilaporkan Hilang Sepekan

Terungkapnya perilaku sadis Ahmad Fahrozi ini bermula dari kecurigaan keluarga yang tidak melihat korban selama hampir satu pekan. 

Keluarga yang mencari hingga ke kebun korban curiga dengan adanya gundukan tanah.

Penemuan mayat korban pertama kali dilaporkan oleh S (49), anak kandung korban. 

Setelah digali, ternyata ditemukan tiga karung plastik berisi potongan tubuh manusia.

"Jadi sudah seminggu tidak terlihat. Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh pihak keluarga," sampainya, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Awal Mula Anak Bunuh dan Mutilasi Ibu di Lahat: Marah Tak Dikasih Uang untuk Judol

Dilanjutkannya, sekira pukul 22.00 WIB, saksi S mendapatkan informasi dari warga berinisial R terkait adanya aktivitas penggalian tanah di kebun milik korban yang dilakukan atas permintaan seseorang berinisial AF.

Menindaklanjuti informasi tersebut, saksi bersama perangkat desa dan warga setempat melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan sebuah lubang yang telah ditimbun kembali.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas