Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelaksanaan Program MBG di Papua Barat Dikebut, Satgas Percepatan Dibentuk

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua Barat dipercepat dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pelaksanaan Program MBG di Papua Barat Dikebut, Satgas Percepatan Dibentuk
KOMPAS.COM/BAYUAPRILIANO
ILUSTRASI MBG - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua Barat dilakukan percepatan. Salah satu langkahnya dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren dalam sosialisasi tersebut, menekankan pentingnya program MBG bagi anak-anak sekolah yang secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu, mengungkapkan para orang tua murid akan merasakan dampak positif dari program MBG di setiap sekolah.

"Masyarakat tidak perlu lagi khawatir atau membuang waktu menyiapkan bekal makanan untuk anak-anak sekolah, karena makanan bergizi sudah disediakan."

"Program ini melibatkan sistem dapur mandiri, dapur mitra, dan dapur gede (dapur produksi besar) yang akan menyiapkan makanan bergizi setiap harinya," kata Obet.

Legislator dari Dapil Papua Barat itu juga menyampaikan visi dan harapannya terkait program MBG di wilayah Papua Barat.

Ia menegaskan bahwa MBG ini adalah program inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke. 

"Diharapkan dengan makanan bergizi, anak-anak dapat memperoleh kesehatan prima, sehingga generasi muda Papua Barat di Mansel dapat tumbuh menjadi generasi cerdas," ujarnya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut soal proses penyajian makanan, Obet menegaskan bahwa pemerintah sudah memastikan prosedur pengujian makanan sebelum dikonsumsi oleh anak-anak.

"Pengujian ini guna memastikan bahwa makanan yang diberikan dijamin aman, layak dan sehat bagi anak-anak," terangnya.

Ia juga berharap dukungan penuh Kepala Daerah terhadap program MBG, karena kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

"Program MBG juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju," ujarnya. 

Baca juga: IDAI Ingatkan Pemerintah Soal Kebijakan Ibu Menyusui dan Cuti Enam Bulan

Capaian MBG Nasional

Sementara itu berdasar data BGN, hingga Juli 2025, penerima manfaat MBG hampir mencapai 7 juta jiwa.

BGN merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas untuk melaksanakan pemenuhan gizi nasional, termasuk menjalankan program MBG.

“(Jumlah penerima) ini sudah melebihi jumlah penduduk Singapura,” ungkap Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan dalam keterangannya pada 6 Juli 2025.

Jumlah penduduk Singapura pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 6,04 juta jiwa

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas