Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sidak Pasar di Serang Cek Harga Beras, Mendagri: Harga Stabil karena Intervensi Beras SPHP Bulog

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan inspeksi mendadak di Pasar Rau, Serang, Banten, Rabu (20/8/2025) untuk mengecek stabilitas

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Sidak Pasar di Serang Cek Harga Beras, Mendagri: Harga Stabil karena Intervensi Beras SPHP Bulog
istimewa
STABILISASI HARGA BERAS - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan inspeksi mendadak di Pasar Rau, Serang, Banten, Rabu (20/8/2025) untuk mengecek stabilitas harga beras di pasaran/ dok. Kemendagri RI 

Khudori menekankan pentingnya operasi pasar, terutama di daerah yang bukan penghasil beras, seperti kawasan Indonesia Timur.

Selain itu, pemda dapat menggerakkan BUMD bidang pangan sebagai penyangga. Ia mencontohkan Pemprov DKI Jakarta yang memiliki BUMD Food Station untuk menyalurkan beras subsidi.

“Memang upaya ini memerlukan anggaran. Berhubung anggaran DKI Jakarta cukup besar, itu bisa dilakukan. Tetapi bagi daerah produsen beras yang surplus seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan, bisa menjadi stabilisator beras,” ujar Khudori.

Selain itu pemda juga bisa berperan sebagai pengawas, misalnya dengan memberi peringatan bila ada indikasi penyelewengan saat operasi pasar.

“Selama ini yang terjadi, jika ada dugaan penyelewengan langsung ditindak aparat penegak hukum. Padahal, pemda bisa lebih dulu memberikan peringatan,” katanya.

Upaya lainnya adalah dengan mengelola beras dari petani lokal agar cadangan tetap terjaga. Pemda bisa berbagi peran dengan Bulog sebagai penyerap gabah nasional. Namun hal ini memerlukan anggaran cukup besar untuk menyerap beras dari petani.

“Jika stok yang tersedia kurang, pemda bisa beli ke Bulog. Bulog selain punya tanggung jawab pelayanan sosial, juga punya peran komersial,” jelas Khudori.

Rekomendasi Untuk Anda

Upaya - upaya ini kata dia, karena situasi perberasan sangat kompleks. Produsen tengah berjibaku dengan kenaikan harga gabah kering yang menembus Rp 6.500 per kilogram, bahkan di beberapa tempat mencapai Rp 8.000 per kilogram. Sementara itu, HET beras yang ditetapkan pemerintah acapkali tidak menutup ongkos produksi beras.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas