Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sidak RSUD, Pansus DPRD Pati Bongkar Kasus Nepotisme, Istri Dewas Jadi Pemasok Bahan Makanan

Pansus Hak Angket Pemakzulan Sudewo temukan dugaan nepotisme di RSUD Soewondo Pati, Jateng. Istri Dewas didiuga jadi pemasok bahan ke rumah sakit

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sidak RSUD, Pansus DPRD Pati Bongkar Kasus Nepotisme, Istri Dewas Jadi Pemasok Bahan Makanan
TRIBUNJATENG.COM/Mazka Hauzan Naufal
RAPAT PANSUS - Suasana Rapat Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Sudewo di Ruang Banggar DPRD Kabupaten Pati, Rabu (3/9/2025). Rapat ini menghadirkan Ketua Dewan Pengawas RSUD RAA Soewondo Pati, Torang Manurung. 

"Kami sudah mengecek ke RSUD langsung, CV Kuliner Sehat Medika, betul pemiliknya ternyata istri dari Ketua Dewas yang tadi kami undang di Pansus. Maka pertanyaan masyarakat terjawab sudah, masyarakat bisa menyimpulkan," ucap Teguh Bandang Waluyo.

Ia menuturkan, hal tersebut jadi catatan buruk manajemen RSUD RAA Soewondo Pati.

"Kewenangan kebijakan itu dimanfaatkan untuk nepotisme, mengangkat istrinya lewat CV-nya sebagai supplier gizi. Ini catatan buruk di Pati. Masyarakat Pati, masyarakat Indonesia, harus tahu bobroknya RSUD karena masalah ini," ujar Bandang.

Mengundurkan Diri

Terbaru ini, Torang Manurung mengundurkan diri dari Dewas RSUD RAA Soewondo Pati.

Ia juga telah menyerahkan surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada Bupati Pati pada Kamis 4 September 2025.

“Bersama surat ini, saya sampaikan bahwa terhitung 4 September 2025, saya mengundurkan diri dari Dewan Pengawas RSUD Soewondo Kabupaten Pati. Saya mohon maaf atas segala kekurangan saya selama bertugas sebagai Dewan Pengawas, dan mengucapkan terima kasih,” begitu kata-kata yang tertulis dalam surat yang ditandatangani Manurung.

Saat dikonfirmasi TribunJateng.com, Torang Manurung membenarkan bahwa ia telah menyerahkan surat pengunduran diri yang ditembuskan juga pada Ketua DPRD Pati, Sekretaris Daerah Pati, dan Direktur RSUD Soewondo.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Torang Manurung masih enggan memberikan banyak keterangan terkait pengunduran dirinya.

Dua Jurnalis Alami Kekerasan oleh Diduga Pengawal Torang Manurung

Pada Kamis siang kemarin, terjadi insiden tak mengenakkan yang menimpa dua jurnalis saat meliput rapat Pansus Hak Angket di Gedung DPRD Pati.

Baca juga: Polemik Sudewo Belum Usai, Pansus DPRD Pati Panggil Ketua Dewas RSUD Soewondo, Rapat Dijaga Polisi

Seorang jurnalis perempuan berinisial MP dan jurnalis Muria News bernama Umar Hanafi ditarik oleh seorang pria yang diduga pengawal Torang Manurung.

Bahkan, MP sampai terjatuh karena tindakan tersebut.

Torang Manurung pun meminta maaf atas kejadian tersebut, namun ia menjelaskan bahwa pelaku tindak kekerasan tersebut bukan orang yang dia bawa.

"Melihat situasi di Kabupaten Pati, khususnya terkait kehadiran maupun kepulangan saya sewaktu Pansus di DPRD Pati, saya perlu sampaikan bahwa saya datang hanya didampingi dua orang, yakni Bunari, anggota Dewas RSUD, dan KH Arwani," kata Manurung dalam video pernyataannya yang diterima TribunJateng.com.

Ia menuturkan bahwa kejadian tersebut sudah berada di luar kendalinya.

"Oleh karena itu, atas kejadian yang menimpa teman-teman media, dengan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena itu di luar kendali saya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya pada seluruh lapisan masyarakat atas segala kegaduhan di dalam kepulangan saya dari Pansus," pungkas Torang Manurung.

Dilaporkan ke Polisi

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas