Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kematian Iko Mahasiswa Unnes Semarang Masih Janggal, Keluarga Tak Dilibatkan Olah TKP

Iko, mahasiswa Unnes Semarang, tewas usai kecelakaan. Polisi ralat lokasi, Brimob antar ke RS, keluarga tak dihadirkan saat olah TKP.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kematian Iko Mahasiswa Unnes Semarang Masih Janggal, Keluarga Tak Dilibatkan Olah TKP
DOK FH UNNES
KEMATIAN JANGGAL - Ucapan duka dari Unnes atas kematian Iko Juliant Junior yang meninggal dunia dalam kondisi penuh kejanggalan, Senin (1/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Polda Jawa Tengah (Jateng) menyatakan Iko Juliant Junior (20), mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), meninggal akibat kecelakaan pada Minggu (31/8/2025).

Iko sempat dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang, namun nyawanya tak tertolong.

Pernyataan Polda Jateng dianggap janggal, karena ditemukan luka lebam di wajah dan tubuh korban.

Selain itu, Iko diantar ke rumah sakit menggunakan mobil Brimob dan bukan ambulans.

Polda Jateng juga sempat merevisi lokasi kecelakaan dari Jalan dr Cipto, Semarang menjadi Jalan Veteran.

Iko yang berboncengan dengan rekannya, Ilham disebut bertabrakan dengan Honda Vario yang dikendarai oleh Fiki dan Aziz.

Dalam kecelakaan ini hanya Iko yang meninggal.

Rekomendasi Untuk Anda

Nama Iko masuk dalam daftar 10 orang yang meninggal selama demo sejak 25 Agustus 2025 hingga 31 Agustus 2025.

Pada Sabtu (6/9/2025), Polda Jateng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Veteran tapat di samping Mapolda Jateng.

Sejumlah pihak dilibatkan mulai Satlantas Polrestabes Semarang, Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng.

Anggota Brimob juga dihadirkan sebagai saksi.

Baca juga: Teka-teki Kematian Iko Mahasiswa Unnes, Polisi Ralat TKP hingga Asal-usul Mobil Brimob

Petugas membawa dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan.

Kuasa Hukum Iko Juliant Junior, Naufal Sebastian, menyatakan Polda Jateng tak menghadirkan keluarga korban justu menjadikan anggota Brimob sebagai saksi.

"Iya, ditakutkan ada ketimpangan keterangan kalau hanya menghadirkan keterangan dari Brimob saja," ungkapnya, Sabtu, dikutip dari TribunJateng.com.

Menurutnya, kehadiran keluarga korban penting dalam proses olah TKP agar penyelidikan berjalan transparan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas