Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perubahan Gaya Hidup Dinilai Jadi Kunci Hadapi Krisis Lingkungan 

ekosistem terumbu karang di Bunake, Sulut disebut tengah menghadapi ancaman serius.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
zoom-in Perubahan Gaya Hidup Dinilai Jadi Kunci Hadapi Krisis Lingkungan 
Ist
ISU LINGKUNGAN - acara "Academia Politica' dengan tema "Krisis Iklim & Wisata Laut Manado. Program Academia Politica adalah sebuah simulasi pembuatan kebijakan publik, di mana peserta bisa bermain peran (role-playing) sebagai aktor-aktor pengambil keputusan dalam isu strategis terkait perubahan iklim.  

Menjawab suara kelompok masyarakat, Audy Dien selaku Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, menyorot pentingnya kawasan konservasi perairan sebagai solusi berbasis alam yang tidak hanya melindungi ekosistem laut, tetapi juga menjadi benteng alami untuk mitigasi bencana pesisir.

"Saya mendorong generasi muda mengadopsi gaya hidup ramah laut melalui kolaborasi lintas pihak," ajak dia. 

Dalam diskusi itu, Dekan FISIP Universitas Sam Ratulangi, Ferry Daud mewanti, untuk mengubah suatu kondisi, maka public policy adalah jalan. 

"Pesan ini mengingatkan siapa saja bahwa keterlibatan anak muda dalam proses perumusan kebijakan publik adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan," kata dia.

Adapun Zetly Estefanus Tamod sebagai Guru Besar Konservasi Tanah dan Air Universitas Sam Ratulangi, menegaskan percepatan krisis iklim saat ini utamanya dipicu oleh aktivitas manusia seperti emisi gas rumah kaca, deforestasi, dan industrialisasi. 

Dia pun menyoroti target pemerintah untuk menurunkan emisi hingga 50 persen secara nasional dan 54 persen khusus Sulawesi Utara, dengan dukungan regulasi seperti UU No. 32/2009 serta Peraturan Presiden terkait SDGS. 

"Reklamasi pantai membawa dampak serius terhadap ekosistem pesisir dan laut, termasuk terumbu karang," tutup Prof Tamod.

Rekomendasi Untuk Anda

 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas