Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Keseimbangan Konservasi dan Restorasi Hutan Penting untuk Menghadapi Krisis Deforestasi

Data Kementerian KLHK, jutaan hektare hutan hilang dalam beberapa dekade terakhir akibat alih fungsi lahan, kebakaran, dan pembalakan liar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Keseimbangan Konservasi dan Restorasi Hutan Penting untuk Menghadapi Krisis Deforestasi
IST
KOSERVASI RESTORASI HUTAN - Elim Sritaba, Chief Sustainability Officer APP Group (kiri). APP meluncurkan platform Regenesis yang berfokus pada konservasi dan restorasi hutan tropis serta keanekaragaman hayati. Dengan komitmen pendanaan 30 juta dolar AS per tahun selama 10 tahun, perusahaan menargetkan perlindungan dan pemulihan 1 juta hektare ekosistem kritis. 

Untuk menjamin hasil nyata, APP menyiapkan unit restorasi khusus, panel penasihat independen, serta sistem pemantauan transparan.

Respons Positif dari Organisasi Lingkungan

Langkah APP mendapat perhatian dari sejumlah organisasi lingkungan. Aditya Bayunanda, CEO WWF Indonesia, menilai komitmen pendanaan tersebut memberi harapan baru.

“Komitmen pendanaan ini sangat penting. Kita tahu prosesnya tidak murah dan tidak mudah. Konservasi adalah isu jangka panjang dan kompleks, terutama di Sumatra dengan banyak komunitas. Langkah APP memberi saya optimisme karena mereka berani menaruh uang sesuai komitmen,” katanya.

Direktur Regional Asia Tenggara Tropical Forest Alliance (World Economic Forum), Rizal Algamar mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari luas area hutan.

“Yang terpenting adalah kesehatan ekosistem dan komunitas di sekitarnya. Karena itu, kita perlu terlibat sejak awal, bersama masyarakat, LSM, dan pemimpin lokal. Legitimasi sejati berakar pada inklusi dan kepemilikan bersama,” ujarnya.

Kombinasi kebijakan pemerintah, keterlibatan masyarakat, dukungan teknologi, serta kontribusi sektor swasta menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi krisis deforestasi.

Kolaborasi lintas sektor ini diyakini dapat menjaga hutan tropis tetap lestari sekaligus memulihkan kawasan yang rusak, sehingga manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas