Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banjir Bandang di Bali: 3 Orang Hilang di Badung, 5 Pedagang Tewas di Denpasar

Pantauan Tribun Bali, terlihat seluruh bangunan rumah amblas bersama bagian belakang rumah tetangga akibat debit air sungai yang meningkat drastis

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Banjir Bandang di Bali: 3 Orang Hilang di Badung, 5 Pedagang Tewas di Denpasar
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
PENCARIAN - Sejumlah warga melakukan pencarian tiga korban yang hilang di lokasi rumahnya, di Perumahan Permata Residence, lingkungan Gadon, Mengwitani, Badung, Bali yang amblas pada Kamis 11 September 2025 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Tiga orang dilaporkan hilang usai sebuah rumah di Perumahan Permata Residence, Lingkungan Gadon, Mengwitani, Kabupaten Badung Bali amblas terbawa arus.

Ketiga orang yang dilaporkan hilang adalah Hadnar Boelan (56) yang merupakan pemilik rumah dan istrinya Bewi Ratnawati Soenarjo (57) dan anak mereka, Riviere Timothy George Wicaksono Boelan (23). 

Hingga berita diturunkan, Kamis (11/9/2025), ketiga korban belum ditemukan.

Pantauan Tribun Bali, terlihat seluruh bangunan rumah amblas bersama bagian belakang rumah tetangga akibat debit air sungai yang meningkat drastis hingga 3,5 meter.

Menurut keterangan warga, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.20 WITA.

Baca juga:  Banjir Bali, Tim SAR Temukan Empat Jenazah di Waduk Tukad Badung

Wayan Subawa, salah satu saksi, mengatakan aliran sungai awalnya kecil, namun mendadak besar karena tanggul di wilayah Mengwi jebol.

“Airnya tinggi sekali, kemungkinan rumah korban terkikis dari belakang sampai semuanya amblas,” ujarnya.

Upaya Warga dan Kesaksian di Lokasi
Rekomendasi Untuk Anda

Sebelum rumah amblas, warga sudah berusaha memperingatkan keluarga Hadnar untuk keluar rumah.

Namun, mereka tidak kunjung meninggalkan bangunan.

“Ada yang melihat korban sempat memasukkan mobil ke dalam rumah dan bahkan membuat story sebelum kejadian,” tambah Subawa.

Saat banjir makin tinggi, sebagian besar penghuni perumahan berhasil menyelamatkan diri dengan berpindah ke lokasi yang lebih aman.

Sayangnya, keluarga Hadnar Boelan tidak sempat keluar sebelum rumah mereka hanyut.

Hingga Kamis sore (11/9/2025), pencarian masih terus dilakukan. 

Warga bersama tim gabungan menyisir bantaran sungai serta berupaya menggunakan alat berat untuk mempercepat evakuasi.

Proses pencarian disebut tidak mudah karena derasnya arus air serta kondisi medan yang cukup berat.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas