Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sosok Ibu Muda di Polman, Nekat Terobos Sungai Meluap Demi Anak, Sempat Terbawa Arus

Marsita nekat terobos Sungai Mapi yang meluap demi anaknya. Aksi dramatis terekam warga, rakit tak bisa digunakan saat banjir.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Sosok Ibu Muda di Polman, Nekat Terobos Sungai Meluap Demi Anak, Sempat Terbawa Arus
tangkapan layar
Marsita, ibu muda di Polman, nekat terobos Sungai Mapi yang meluap demi anaknya. Aksi dramatis terekam warga, rakit tak bisa digunakan. 

TRIBUNNEWS.COM - Video viral memperlihatkan aksi nekat seorang ibu muda bernama Marsita (20) menerobos derasnya arus Sungai Mapi yang meluap di Desa Piriang Tapiko, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar

Sungai Mapi adalah sungai utama yang melintasi wilayah Desa Piriang Tapiko dan sekitarnya di Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat

Sungai ini menjadi satu-satunya akses vital bagi warga untuk menuju pusat layanan seperti pasar, sekolah, dan puskesmas yang berada di desa tetangga, Tubbi.

Namun, Sungai Mapi tidak memiliki jembatan permanen. Warga biasanya menyeberang menggunakan rakit bambu atau berjalan kaki meniti aliran sungai.

Ketika hujan deras mengguyur wilayah Tutar, sungai ini kerap meluap dan memutus akses warga, termasuk ibu hamil, anak sekolah, dan masyarakat yang hendak mencari kebutuhan pokok.

Kondisi ini telah berlangsung selama puluhan tahun, menjadikan Sungai Mapi simbol dari keterisolasian dan tantangan infrastruktur di daerah tersebut.

Kejadian seperti ibu muda Marsita yang nekat menerobos arus deras demi anaknya, atau ibu hamil yang terpaksa melahirkan di mobil pikap karena tak bisa menyeberang, adalah dampak nyata dari belum adanya jembatan di atas Sungai Mapi

Rekomendasi Untuk Anda

Marsita melakukan itu demi menyelamatkan anak balitanya yang ditinggal di rumah. 

Sempat terbawa arus dan tenggelam beberapa kali, Marsita akhirnya berhasil menyeberang dan langsung berlari pulang. 

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut histeris, sementara rakit bambu yang biasa digunakan tak bisa dipakai akibat banjir.

“Ada anak kecilnya dia tinggal di rumah, jadi nekat terobos sungai yang sedang meluap," kata warga bernama Minarti kepada wartawan.

"Sekitar satu jam menunggu air surut, tapi air makin bertambah akhirnya dia nekat menceburkan diri masuk ke sungai,” ujar Minarti.

Disebutkan awalnya Marsita meninggalkan rumah untuk membeli makanan di seberang sungai. 

Namun tanpa diduga air sungai tiba-tiba meluap setelah wilayah Tutar diguyur hujan deras.

Minarti mengungkapkan jika di lokasi terdapat rakit bambu dimanfaatkan warga untuk menyeberangi sungai. 

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas