Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dari Desa Bona, Gianyar Mulai Ubah Cara Pandang terhadap Sampah

Kabupaten Gianyar, yang dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata di Bali, kini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Dari Desa Bona, Gianyar Mulai Ubah Cara Pandang terhadap Sampah
HANDOUT
Desa Bona dipilih sebagai lokasi pilot project Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) di Kabupaten Gianyar, Bali. 

TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR Kabupaten Gianyar, yang dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata di Bali, kini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. 

Seiring meningkatnya aktivitas penduduk dan wisatawan, volume sampah pun melonjak drastis. 

Setiap hari, ratusan ton sampah dihasilkan dari rumah tangga, pasar, hotel, dan restoran. Sayangnya, kapasitas infrastruktur yang tersedia belum mampu mengimbangi lonjakan tersebut.

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Temesi—satu-satunya TPA di Gianyar—sudah mendekati titik jenuh. 

Tanpa upaya pengurangan beban secara signifikan, TPA ini diperkirakan tidak akan mampu menampung sampah dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam kondisi seperti ini, membangun TPA baru saja tidak cukup. 

Yang dibutuhkan adalah pendekatan menyeluruh, dimulai dari hulu: rumah tangga sebagai sumber utama sampah. 

Rekomendasi Untuk Anda

Di sinilah Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) hadir, membawa semangat perubahan melalui paket Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM).

Desa Bona Jadi Lokasi Percontohan

Sebagai bagian dari strategi PPAM, Desa Bona dipilih sebagai lokasi pilot project. 

Tujuannya jelas: mendorong minimal 20 persen Kepala Keluarga (KK) untuk memilah sampah dari rumah dan/atau menjadi nasabah Bank Sampah. 

Harapannya, Desa Bona bisa menjadi model perubahan perilaku berbasis komunitas.

Kegiatan berlangsung selama dua bulan, dari 10 Januari hingga 11 Maret 2025, dengan fokus di Banjar Pasedana. 

Sebanyak 163 KK menjadi sasaran edukasi langsung. 

Tim PPAM bersama kader Kesehatan Lingkungan (Kesling) Desa Bona melakukan pendekatan intensif—mulai dari pertemuan warga, kunjungan rumah ke rumah, hingga pemasangan media edukasi seperti poster dan spanduk yang mengacu pada Peraturan Bupati Gianyar Nomor 76 Tahun 2023.

Hasilnya cukup menggembirakan. 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas