Trauma Kasus Kematian Mahasiswa Unnes, Keluarga Tolak Kompolnas Datang Bersama Polisi
Kasus kematian Iko Unnes penuh kejanggalan. Keluarga menolak Kompolnas karena trauma makin dalam saat polisi datang.
Editor:
Glery Lazuardi
"Berbentuk lingkaran seperti benda tumpul warna merah, belum biru," ucap Ady.
Untuk itu, dia juga meminta pihak RSUP Kariadi agar ikut membantu penyelesaian perkara tersebut.
"Sebagai ahli tentunya karena kami juga ketahui, rekan-rekan sudah ketahui bahwa ada kode etik profesi keperawatan," ungkapnya.
Jaringan Gusdurian: Keluarga Iko Butuh Kejelasan Gamblang
Direktur Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menambahkan, sampai saat ini, keluarga korban masih terpukul.
"Kondisi keluarga mereka memang masih terpukul, foto Iko masih di sana dan mereka masih terus mendoakan," ujarnya.
Menurutnya, Gus Dur juga akan melakukan hal yang serupa jika masih hidup.
Bahkan, dia meyakini apa yang dilakukan Gus Dur akan lebih lantang.
"Kalau almarhum Gus Dur ada, pasti akan mengunjungi dan akan berteriak lebih keras dibanding saya," lanjut Alissa.
Dia berpendapat bahwa apa yang dialami oleh Iko membutuhkan kejelasan secara gamblang agar keluarga dan masyarakat mengetahui peristiwa sebenarnya.
"Ini semua harus diperjelas," ucap dia.
Kasus ini jadi atensi publik karena butuh keterbukaan publik. Terutama untuk mengungkap kasus kematian korban.
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Momen Keluarga Iko Tolak Kedatangan Kompolnas ke Rumah Duka, Takut karena ada Polisi Berseragam,
Baca tanpa iklan