Sosok Difalya Cendekia Danial, Cabhatar Akpol asal Sulsel yang Meninggal: Dikenal Ramah dan Cerdas
Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan pendidikannya
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Dunia pendidikan dan kepolisian Indonesia berduka.
Calon bintara taruni (Cabhatar) Akademi Kepolisian (Akpol) Difalya Cendekia Danial, perwakilan Polda Sulawesi Selatan, meninggal dunia, di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/9/2025) pagi.
Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan pendidikannya.
Difalya lahir dan besar di Sulawesi Selatan.
Selepas sekolah menengah pertama, ia menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara (TN), sekolah unggulan yang dikenal menanamkan disiplin, kepemimpinan, dan semangat nasionalisme.
Ia tergabung dalam Angkatan 32 Samudra yang lulus pada 2024 bersama 325 rekannya.
Baca juga: Daftar Nama 36 Kapolda Terbaru usai Mutasi September 2025, Alumni Akpol 1991 dan 1994 Dominan
Selepas SMA, Difalya memilih jalur pengabdian sebagai calon perwira polisi dengan mendaftar di Akademi Kepolisian 2025, sebuah proses seleksi yang dikenal sangat ketat, baik fisik, mental, maupun akademik.
Keberhasilannya lolos menjadi Calon Bintara Taruni menjadi bukti ketekunan dan semangatnya untuk mengabdi kepada bangsa.
Sosok Disiplin dan Penuh Semangat
Difalya dikenal sebagai pribadi ramah, cerdas, dan rajin belajar.
Amriyadi, mentor sekaligus keluarganya di lembaga bimbingan belajar Pioneer Class, mengenang Difalya sebagai sosok yang tak pernah mengeluh dan selalu berbagi semangat dengan teman-temannya.
“Almarhum anak yang baik sekali. Sejak saya kenal, dia rajin belajar dan tidak pernah mengeluh. Dia juga tidak pelit kepada teman-teman saingannya, selalu murah senyum,” ujar Amriyadi.
Difalya bergabung dengan Pioneer Class sejak duduk di bangku SMP.
Awalnya ia mempersiapkan diri untuk masuk SMA Taruna Nusantara, dan berhasil lolos.
Setelah lulus, Difalya kembali intens belajar demi meraih impian masuk Akpol hingga akhirnya dinyatakan lulus pada percobaan keduanya.
“Dari SMP dia sudah ikut bimbel di sini. Setelah lolos Taruna Nusantara, dia fokus lagi untuk Akpol dan alhamdulillah berhasil,” kenang Amriyadi.
Baca tanpa iklan