Videonya Sempat Viral, Haikal Berhasil Dievakuasi dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny setelah 3 Hari
Haikal, salah satu korban runtuhnya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, berhasil dievakuasi.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Nuryanti
“Melalui celah yang ada, petugas telah menyalurkan makanan dan minuman untuk menjaga kondisi para korban,” kata Abdul, Selasa, dikutip dari TribunJatim.com.
Evakuasi masih terus dilakukan, para korban sebagian masih hidup, tetapi terperangkap di antara reruntuhan, sebagian lainnya sudah meninggal dunia.
“Jumlahnya ada beberapa. Termasuk ada yang masih bisa diajak komunikasi. Bisa minum dan makan ketika kami berikan. Tapi belum bisa dievakuasi,” ungkap Nanang Sigit, SAR Mission Coordinator (SMC).
Nanang mengatakan korban tidak bisa ditarik atau dievakuasi karena pinggangnya terhimpit beton.
Beberapa korban lain yang masih hidup di bawah reruntuhan masih menunjukkan reaksi saat petugas SAR menggunakan teknologi scan, ada yang menggerakkan kakinya atau menggerakkan bagian tubuh lain yang bisa dilakukan.
“Mereka merespons. Ada dengan menggerakkan kakinya. Artinya, kami melihat masih ada tanda-tanda kehidupan di sana (di bawah reruntuhan bangunan),” ujar Nanang.
Baca juga: Ada Tanda Kehidupan, Basarnas Tak Bisa Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Pakai Alat Berat
(Tribunnews/Febri/Rifqah/Tribun Jatim/M. Taufik)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Luar Biasa, Haikal Bisa Dievakuasi Hidup-Hidup usai 3 Hari Terjebak Reruntuhan Ponpes Al Khoziny