Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ekspedisi Patriot UI Soroti Transmigrasi di Bener Meriah: Minim Infrastruktur Jalan

Kopi Arabika Gayo masih terhambat persoalan infrastruktur dan keterbatasan fasilitas pascapanen.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Ekspedisi Patriot UI Soroti Transmigrasi di Bener Meriah: Minim Infrastruktur Jalan
Istimewa
TIM EKSPEDISI PATRIOT - Kopi Arabika Gayo, komoditas andalan Bener Meriah, masih terhambat persoalan infrastruktur dan keterbatasan fasilitas pascapanen.  Kondisi ini menjadi salah satu sorotan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) saat melakukan kajian di kawasan transmigrasi Pintu Rime Gayo, Aceh.  Ekspedisi yang dipimpin oleh apt. Roshamur Cahyan Forestrania, M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Farmasi UI, melibatkan mahasiswa dan alumni lintas disiplin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kopi Arabika Gayo, komoditas andalan Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh masih terhambat persoalan infrastruktur dan keterbatasan fasilitas pascapanen. 

Kondisi ini menjadi salah satu sorotan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) saat melakukan kajian di kawasan transmigrasi Pintu Rime Gayo, Aceh.

Ekspedisi yang dipimpin oleh apt. Roshamur Cahyan Forestrania, M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Farmasi UI, melibatkan mahasiswa dan alumni lintas disiplin.

Baca juga: Kopi Gayo Kini Bukan Hanya Berasal dari Aceh, Ada Gayo 1, Gayo 2 yang Rasanya Mirip Aslinya

Mereka hadir memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan transmigrasi.

“Kami melihat kawasan transmigrasi seperti Pintu Rime Gayo memiliki potensi besar, terutama dari sektor pertanian kopi. Namun potensi itu belum bisa dimaksimalkan karena kendala infrastruktur dan keterbatasan sarana pascapanen," kata Roshamur dikutip pada Kamis (2/10/2025).

Dikatakannya, melalui ekspedisi ini, mereka ingin menyusun rekomendasi yang berbasis penelitian sekaligus masukan masyarakat, agar pembangunan bisa berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Rombongan yang terdiri atas Vanness Fransisco Angjaya (FMIPA UI), M. Adib Adyatama (Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran), Wahyu Nurul Hidayah (FIB UI), dan Gilar Agisna Suandi (FISIP UI) disambut langsung oleh Plt. Camat Pintu Rime Gayo, Sawaluddin, S.E., pada 2 September 2025.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pertemuan itu, pihak kecamatan menyatakan dukungan penuh terhadap pengumpulan data primer maupun sekunder untuk kepentingan kajian ekspedisi.

Setelah pertemuan di kantor kecamatan, tim melanjutkan perjalanan ke Dusun Teget, Pancar Jelobok, untuk berdialog dengan perwakilan Dinas Transmigrasi, Darlian.

Dalam diskusi terungkap sejumlah persoalan mendasar, mulai dari minimnya infrastruktur jalan hingga keresahan masyarakat akibat konflik gajah.

"Padahal, akses jalan yang baik sangat vital bagi rantai pasok kopi Arabika Gayo," kata Roshamur.

Seorang petani setempat, Ernawati, mengungkapkan kendala lain yang dihadapi warga, yakni terbatasnya fasilitas pascapanen.

Hingga kini, sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk biji kopi gabah karena ketiadaan mesin huller.

Baca juga: Gelar Festival Kopi Gayo, Kemendikbudristek Berharap Dapat Genjot Kemajuan Desa

“Kami belum bisa menghasilkan green bean sendiri, sehingga nilai tambah dari kopi belum maksimal,” ujarnya.

Dari Dusun Teget, tim ekspedisi bergerak ke Dusun Jalung, Blang Rakal, untuk bertemu Kepala Dusun Supri.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas