Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Proses Pemindahan Puing Bangunan Ponpes Al Khoziny, SAR Pakai Crane, Kondisi Bangunan Jadi Kendala

Tim SAR gabungan melakukan pemindahan pemindahan material bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk pada Kamis (2/10/2025) malam.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Proses Pemindahan Puing Bangunan Ponpes Al Khoziny, SAR Pakai Crane, Kondisi Bangunan Jadi Kendala
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
PONPES AMBRUK - Keluarga memantau evakuasi korban bangunan runtuh di ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo dari layar yang disediakan di posko Basarnas, Kamis (2/10/2025). Evakuasi korban bangunan runtuh mulai menggunakan alat berat. 

TRIBUNNEWS.COM - Tim SAR gabungan mulai melakukan pemindahan material atau puing-puing bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk, Kamis (2/10/2025) malam.

Pemindahan material bangunan dilakukan setelah mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian, di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Tim SAR sebelumnya telah mengevakuasi sejumlah korban runtuhnya bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny

Terdata, ada 108 korban yang terdiri dari 103 korban selamat, dan 5 korban meninggal dunia. 

Sementara itu, masih ada 59 orang yang belum ditemukan setelah tragedi ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny.

Paska insiden pada Senin (29/9/2025) sore, proses evakuasi terhadap korban pun terus dilakukan.

Memasuki hari keempat evakuasi, Tim SAR Gabungan mulai mengerahkan alat berat setelah musyawarah dengan pihak keluarga korban.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga Kamis malam, proses itu terus berjalan. Sejumlah material seperti balok beton, plat, dan berbagai puing reruntuhan terus dipindahkan dari lokasi.

Hal tersebut, disampaikan Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, 

“Malam ini (Kamis malam) kami tidak melakukan evakuasi manusia tapi evakuasi puing. Kami memindahkan beban dari yang paling atas secara berkala untuk mengurangi beban struktur bangunan,” katanya, Kamis malam.

Dikutip dari Surya.co.id, masih ada tujuh posisi yang berada di lapisan paling bawah di sektor A2.

Sektor tersebut, tidak bisa dievakuasi selama beban di atasnya tidak dikurangi atau dipindahkan.

Baca juga: Kisah Korban Selamat Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, Tak Henti Berdoa, Petugas Merayap 3 Jam

Oleh sebab itu, Tim SAR berupaya memindahkan pakai alat berat yang terpilih, dengan pertimbangan yang paling sedikit memberikan dampak getaran. 

Crane yang dikerahkan di lokasi kejadian, prinsip kerjanya dengan angker yang distabilkan.

Crane adalah mesin alat berat yang berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan material atau beban berat di berbagai proyek konstruksi, industri, hingga pelabuhan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas