Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ayah Santri Ponpes Al Khoziny Ceritakan Anaknya Selamat setelah 3 Hari Tertimpa Reruntuhan Bangunan

Abdul Hanan bersyukur atas keselamatan putranya, Alfatih Cakra Buana, salah satu santri yang tertimpa reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ayah Santri Ponpes Al Khoziny Ceritakan Anaknya Selamat setelah 3 Hari Tertimpa Reruntuhan Bangunan
Tangkapan layar YouTube TribunJatim Official
SELAMAT DARI RERUNTUHAN - Abdul Hanan bersyukur atas keselamatan putranya, Alfatih Cakra Buana, salah satu santri yang tertimpa reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. 

TRIBUNNEWS.COM - Alfatih Cakra Buana menjadi salah satu santri yang selamat dari tragedi ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Ayah Alfatih, Abdul Hanan, menceritakan detik-detik anaknya selamat setelah 3 hari tertimpa reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny.

Hanan menceritakan, putranya hanya meminta hal yang sederhana saat pertama kali berkomunikasi setelah dievakuasi.

"Dia bilang, belikan es. Katanya haus," kata Abdul Hanan tersenyum, dikutip dari Surya.co.id, Jumat (3/10/2025)

Dikatakan Hanan, anaknya itu tertidur ketika musibah terjadi.

Selama 3 hari di bawah reruntuhan bangunan, Alfatih tidak merasakan lapar ataupun haus, tetapi seperti sedang bermimpi.

"Dia bilang seperti mimpi jalan-jalan. Tidak merasa sakit, tidak merasa takut," tutur Hanan.

Rekomendasi Untuk Anda

Alfatih ditemukan terjebak di ruang yang sempit.

Tubuhnya terlindungi oleh tumpukan tanah dan besi yang menahan reruntuhan.

Hal tersebut membuat Alfatih selamat dan tidak memiliki luka parah.

"Alhamdulillah hanya ada lecet kecil. Dokter ortopedi menyatakan kondisi tulangnya baik, tinggal pemulihan karena tiga hari tidak mendapat asupan makanan," kata Hanan.

Baca juga: Kisah Nanang, Santri Selamat dalam Tragedi Musala Ambruk, Tak Kapok Nyantri di Ponpes Al Khoziny

Abdul Hanan bersyukur atas keselamatan putranya.

Selama proses evakuasi, ia hanya bisa berdoa sembari menunggu kabar dari tim SAR.

"Saya baca surat Al-Kahfi untuk minta kepada Allah SWT. Saya tak berani ke tempat. Saya diam saja di sana, sambil berdoa," kata dia.

Selain itu, ia juga membaca Sholawat Al-Fatih.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas