Bendahara di Serang yang Bawa Kabur Dana Desa Diduga Palsukan Tanda Tangan Kades
Dana desa milik Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, senilai miliaran rupiah diduga dibawa kabur oleh Bendahara Desa, YS.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Dana desa milik Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, dibawa kabur Kaur Keuangan Desa atau Bendahara Desa berinisial YS.
- YS yang membawa kabur uang senilai Rp1 miliar diduga memalsukan tanda tangan kepala desa.
- Ditemukan indikasi adanya puluhan akun pinjaman online (pinjol) riwayat transaksi dari istri YS.
TRIBUNNEWS.COM - Dana desa milik Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, senilai miliaran rupiah diduga dibawa kabur.
Kaur Keuangan Desa atau Bendahara Desa berinisial YS diduga membawa kabur dana desa tahun anggaran 2025 senilai lebih dari Rp1 miliar.
Kepala Desa (Kades) Petir, Wahyudi, mengaku kecolongan karena dalam proses pencairan dana desa, YS yang kini berstatus buron diduga memalsukan tanda tangannya.
"Ketahuan setelah saya dikonfirmasi oleh supervisor kecamatan termasuk pendamping desa, karena pada saat itu dana untuk kegiatan fisik itu sudah dikeluarkan."
"Saya tidak merasa memerintahkan dana itu dikeluarkan. Bahkan saya kaget juga tanda tangan saya dipalsukan oleh dia, pengambilan tanpa sepengetahuan saya," kata Wahyudi kepada TribunBanten.com, Rabu (15/10/2025).
Wahyudi menyebut, ia sampai menelusuri riwayat transaksi dari istri YS dan menemukan indikasi adanya puluhan akun pinjaman online (pinjol).
"Silaturahmi ke rumahnya, anak saya juga pernah pinjam HP istrinya (bendahara) minta izin, bahkan dikasih (suruh cek) tapi anak saya menolak."
"Biar istrinya saja yang membuka, setelah dilihat katanya sih pinjol kalau tidak salah puluhan aplikasi pinjol," ujarnya.
Wahyudi menyebut hubungan antara dirinya dan YS serta semua perangkat desa berjalan relatif baik.
Oleh karena itu, ia tak mengira YS nekat menggelapkan dana desa milik Desa Petir.
"Selama ini kami tidak ada kecurigaan ke arah sana, secara personal kita baik dengan yang lain juga tidak ada tanda-tanda, ya itulah kecolongannya," ucapnya.
Baca juga: Guru Honorer di Serang Banten Ditangkap Polisi kasus Pencabulan Terhadap Siswa Laki-laki
Wahyudi mengungkapkan, tak lama setelah ditemukan indikasi itu, dirinya dan beberapa pihak langsung melakukan cek rekening koran.
Dari sana, Wahyudi melihat kecurigaan dalam pencairan dana desa karena ia sama sekali tidak dilibatkan, bahkan tidak mengetahui.
"Ada penarikan cek setelah saya lihat dari rekening koran. Itu saya tidak pernah menandatangani dan juga kalau itu pengambilan melalui cek (harus) antara bendahara dan kades yang hadir dan KTP asli. Nah KTP saya juga ada di kantong kan," terangnya.
Ia berharap kisruh yang terjadi akan segera menemui titik terang. Ia mengaku menerima semua sangkaan dari masyarakat, tetapi menegaskan tidak terlibat dalam kasus yang dilakukan YS.