Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rocky Gerung: Murid SMAN 1 Cimarga Salah karena Merokok tapi Tak Layak Ditampar Kepsek

Rocky Gerung bela 630 siswa SMAN 1 Cimarga yang mogok belajar usai kepala sekolah menampar murid karena merokok di kantin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Rocky Gerung: Murid SMAN 1 Cimarga Salah karena Merokok tapi Tak Layak Ditampar Kepsek
Tangkapan Layar YouTube Rocky Gerung Official
ROCKY GERUNG - Rocky Gerung angkat bicara soal kasus kepala sekolah SMAN 1 Cimarga yang menampar murid hingga ratusan siswa mogok belajar. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti insiden seorang Dini Fitria, kepala sekolah SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten menampar siswa kelas XII bernama Indra Lutfiana Putra (17).

Insiden penamparan itu dilakukan oleh kepala sekolah bernama Dini Fitria mengetahui Indra merokok di kantin.

Pasca kejadian itu, 630 siswa SMAN 1 Cimarga melakukan mogok belajar. Mogok belajar dilakukan sejak awal pekan. Pada Rabu (15/10/2025), 630 siswa kembali masuk ke sekolah setelah Dini Fitria dinonaktifkan dari jabotan.

Gubernur Banten menonaktifkan Dini Fitria dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

Rocky mengatakan  tindakan kekerasan Dini Fitria terhadap siswa tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apapun meski siswa tersebut terbukti bersalah. 

Ia mengatakan persoalan utamanya bukan soal merokok, tetapi bagaimana sikap pihak sekolah dalam menegakkan kedisiplinan. 

"Ada aturan bahwa dilarang merokok, dilarang merokok ada sanksinya tuh, tetapi bukan itu masalahnya, masalahnya kemudian netizen mem-bully si murid. Korban didukung teman-temannya menganggap bahwa tindakan itu adalah tindakan yang tidak pedagogis. Kepsek tidak boleh melakukan kekerasan terhadap murid, kan berlaku prinsip, guru kencing berdiri, murid kencing berlari," kata Rocky dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official yang tayang pada Rabu (15/10/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Tindakan kekerasan fisik terhadap siswa oleh kepala sekolah justru dapat memunculkan efek buruk terhadap wibawa pendidikan. 

Meskipun terbukti salah karena melanggar, murid juga memiliki hak untuk tidak diperlakukan secara semena-mena. 

"Jadi, kadang kita terjebak ke dalam suasana, siswa merokok berarti kepala sekolah harus melakukan kekerasan fisik. Tidak, dia salah merokok, tetapi yang dibela oleh teman-temannya adalah hak si murid itu untuk tidak disiksa oleh si guru," jelasnya. 

Rocky juga mengingatkan bahwa amarah yang kadung tertumpah di masyarakat terhadap siswa tersebut sering kali membuat orang kehilangan akal sehat dalam berpikir. 

Menurutnya, sudah ada aturan sekolah yang akan memberikan hukuman terhadap siswa tersebut sehingga kekerasan tak perlu dilakukan. 

"Kemarahan massal bisa tanpa kelurusan berpikir lagi. Jadi, kita mesti tahu bahwa setiap tindakan yang sudah diatur di dalam peraturan sekolah ya jalankan aja mau dikeluarkan muridnya itu soal disiplin. Tapi, kekerasan tidak boleh ditunjukkan atau dipamerkan. Apalagi diperlihatkan secara kasar di depan teman-temannya," lanjutnya.  

Puji Langkah Gubernur Banten

Rocky memuji setinggi langit langkah Andra Soni yang dianggapnya tegas sekaligus berpihak terhadap siswa. 

Sesuai Minatmu
Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas