Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Viral Video TNI Serbu Markas OPM di Intan Jaya, 14 Orang Tewas

Video penyerbuan TNI ke markas OPM viral. 14 tewas, kampung dijadikan pos militer. Apa yang sebenarnya terjadi di Intan Jaya?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
zoom-in Viral Video TNI Serbu Markas OPM di Intan Jaya, 14 Orang Tewas
Instagram @infokomando.official
PENYERBUAN MARKAS OPM – Prajurit TNI bersenjata laras panjang melepaskan tembakan dalam operasi pembebasan markas OPM Kodap VIII di Soanggama, Intan Jaya, Papua, Rabu (15/10/2025). Operasi ini menewaskan 14 anggota OPM dan menandai pendirian Pos Taktis TNI di kampung yang sebelumnya dikuasai kelompok bersenjata. 

Ringkasan Berita:
  • Video penyerbuan TNI ke markas OPM di salah satu kampung di Intan Jaya viral di media sosial.
  • TNI menyebut 14 anggota OPM tewas dalam kontak tembak di Soanggama dan mengklaim tak ada korban di pihaknya.
  • Wilayah operasi kini dijadikan Pos Taktis TNI, masyarakat disebut tidak mengungsi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebuah video yang menampilkan aksi prajurit TNI bersenjata laras panjang saat melakukan penyerbuan ke markas kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) beredar luas di media sosial pada Kamis (16/10/2025).

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @infokomando.official dan dinarasikan sebagai operasi perebutan Markas Besar Kodap VIII Soanggama di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Kodap VIII/Soanggama merupakan salah satu komando wilayah OPM yang disebut aktif melakukan serangan terhadap aparat dan warga sipil.

Dalam narasi video, disebutkan bahwa Satgas Gabungan TNI yang terdiri dari Satgas Rajawali II, Yonif 500 Raider, dan Yonif 712/WT berhasil merebut markas tersebut tanpa korban jiwa di pihak TNI.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) melalui Dansatgas Media Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono menyatakan bahwa pasukan TNI berhasil membebaskan Kampung Soanggama, Distrik Homeyo, Intan Jaya, dari penguasaan kelompok separatis bersenjata OPM pada Rabu (15/10/2025).

“Tindakan tersebut dilaksanakan secara terpadu dan terukur, dengan tujuan untuk menegakkan keamanan serta melindungi masyarakat dari aksi teror dan kekerasan yang selama ini dilakukan oleh kelompok bersenjata,” tulis Iwan dalam keterangan resmi yang telah dikonfirmasi ke Markas Besar TNI.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut kronologi yang disampaikan, prajurit TNI bergerak menuju Soanggama pada malam 14 Oktober 2025 untuk membantu masyarakat yang disebut mengalami tekanan dari kelompok OPM berkekuatan sekitar 30 orang. Kontak tembak terjadi pada 15 Oktober sekitar pukul 05.30 WIT, setelah pasukan TNI diserang. Situasi berhasil dikuasai pada pukul 12.00 WIT.

“Dalam penyisiran pasca-kontak, TNI berhasil menewaskan 14 anggota OPM, di antaranya sejumlah pimpinan dan pelaku penembakan terhadap aparat keamanan sebelumnya. Sementara sisanya melarikan diri ke arah hutan,” lanjut Iwan.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Empat Terduga Teroris Jaringan ISIS di Sumbar dan Sumut

TNI merilis daftar nama 12 anggota OPM yang tewas, termasuk Agus Kogoya selaku Kepala Staf Operasi Kodap VIII/Soanggama dan Ipe Kogoya, adik kandung Pangkodap VIII.

Dua nama lainnya masih dalam proses identifikasi. Menurut keterangan Kepala Desa Soanggama, seluruh korban yang tertembak merupakan anggota kelompok bersenjata.

Selain menguasai markas, TNI menyebut telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata api rakitan, senapan angin, munisi berbagai kaliber, alat bidik, teropong, dokumen organisasi, atribut bintang kejora, serta peralatan komunikasi dan lapangan milik kelompok separatis.

Wilayah Soanggama kini ditetapkan sebagai Pos Taktis TNI untuk memastikan keamanan dan stabilitas.

TNI menyatakan situasi pasca-operasi aman dan kondusif, serta masyarakat tidak melakukan pengungsian. Bahkan, menurut keterangan resmi, tokoh adat dan kepala desa setempat menghibahkan sebagian lahan dan fasilitas kampung untuk mendukung kehadiran TNI.

Masyarakat juga disebut memberikan informasi tambahan terkait keberadaan beberapa pucuk senjata lain yang saat ini sedang dalam proses pencarian oleh aparat.

Di sisi lain, kegiatan pembinaan teritorial terbatas juga dilakukan bersama tokoh agama dan masyarakat untuk memperkuat stabilitas keamanan di Intan Jaya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas