Ayah Timothy Menangis: Maafkan Anak Saya Jika Punya Salah
Saat itu ia melihat TAS datang dari pintu lift dengan mengenakan tas ransel serta memakai baju putih. NKGA melihat korban seperti dalam kondisi panik.
Editor:
willy Widianto
Ringkasan Berita:
- Lukas menyerahkan semuanya kepada Tuhan YME.
- Namun ia tetap lapor ke polisi untuk mengusut tuntas kematian anaknya
- Menurut Lukas, informasi yang beredar baik itu dari pihak kampus pun masih berubah-ubah dan belum ada kepastian.
- Lukas bungkam saat ditanya kondisi mental anaknya sebelum tewas
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Lukas Triana Putra ayah dari mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang meninggal dunia Timothy Anugerah Saputra (TAS) menangis. Lukas menangis saat menceritakan kematian anaknya yang menjadi pukulan berat buat keluarga.
Baca juga: Sosok I Ketut Sudarsana, Rektor Unud Disenggol Gubernur Koster Imbas Bullying Timothy
"Saya meminta maaf kepada dosen,mahasiswa dan teman jika ada salah laku dan perbuatan dari almarhum semasa hidupnya," ujar Lukas sembari menangis, Minggu(19/10/2025).
Ia kini mengaku menyerahkan semuanya kepada Tuhan YME. Namun,kendati demikian ia tetap melaporkan kasus kematian sang buah hati ke polisi agar bisa menemui titik terang.
Lukas kemudian menyambangi kantor Polresta Denpasar dan meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab pasti kematian anaknya.
“Saya laporkan kematiannya, saya cari tahu kebenarannya. Apakah anak saya benar bunuh diri, apakah kecelakaan, atau ada unsur lain. Karena selama ini, kronologinya masih simpang siur,” ujar Lukas.
Menurut Lukas, informasi yang beredar baik itu dari pihak kampus pun masih berubah-ubah dan belum ada kepastian, ia pun mendatangi langsung Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahkan kebenaran jatuh dari lantai berapa pun simpang siur.
“Saya sudah lihat ke lokasi. Saya laporkan kematian anak saya agar diusut dengan jelas penyebabnya. Apakah jatuh dari lantai dua, lantai tiga atau lantai empat, biarlah polisi yang menjelaskan,” tuturnya.
Disinggung mengenai kondisi psikologis Timothy, Lukas tidak berbicara banyak, ia hanya menyerahkan ini kepada pihak kepolisian untuk mengusutnya.
“Saya tidak tahu seperti apa keadaannya. Karena itu saya serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang,” katanya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud), Denpasar, Bali berinisial TAS (22) alias Timothy Anugerah Saputra meninggal dunia, Rabu (15/8/2025).
TAS meninggal dunia setelah jatuh dari lantai empat gedung kampus di Jl Sudirman, Denpasar.
Meninggalnya TAS ini langsung menyorot perhatian publik, karena muncul aksi perundungan atau bullying berupa kalimat nir-empati yang muncul setelah meninggalnya TAS.
Dalam tangkapan layar yang beredar, diduga ada enam mahasiswa yang terlibat dugaan perundungan tersebut. Seorang mahasiswi berinisial NKGA (21) menceritakan detik-detik sebelum tewasnya TAS.
Baca juga: Cari Titik Terang, Orang Tua Timothy Bawa Kasus Kematian Anaknya ke Meja Hukum
Baca tanpa iklan