Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kronologi Kepala SPPG di Bekasi Diduga Lecehkan Pegawainya, Minta Maaf Sambil Pegang-pegang

Dugaan pelecehan seksual oleh Kepala SPPG di Bekasi telah bergulir di polisi. Begini kronologinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kronologi Kepala SPPG di Bekasi Diduga Lecehkan Pegawainya, Minta Maaf Sambil Pegang-pegang
Istimewa/TribunBekasi.com
DUGAAN PELECEHAN - Rekaman CCTV memperlihatkan dugaan pelecehan seksual dan kekerasan verbal di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis 9 Oktober 2025. Polisi kini menyelidiki laporan tersebut. 

"Dia ributin kepala koki yang kerja bareng istrinya. Katanya gak boleh keluarga kerja satu dapur. Padahal pihak yayasan bilang boleh saja," jelas RDA.

Setelah marah dan memaki-maki, KP disebutkan RDA sempat meminta maaf.

Namun, alih-alih meminta maaf secara tulus, KP justru memanfaatkan kesempatan itu untuk melecehkan RDA.

Akibat perbuatan KP, RDA mengaku takut hingga terpojok di ruangan kerjanya.

"Dia minta maaf, tapi sambil pegang-pegang saya. Saya sudah di pojok ruangan, cuma bisa melindungi diri. Saya takut sekali," ungkapnya.

RDA mengatakan hal tersebut bukan yang pertama.

Ia menuturkan, setiap KP marah dan meminta maaf, justru diikuti perilaku yang terkesan melecehkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Akhirnya, RDA pun melapor ke Badan Gizi Nasional (BGN) dan SPPG, hingga akhirnya disarankan bekerja dari rumah.

Namun, karena tak ingin kasusnya berlalu begitu saja, RDA pun memutuskan melaporkan KP ke Polres Metro Bekasi Kota pada Senin (20/10/2025), sembari membawa barang bukti berupa rekaman CCTV.

"Hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari BGN. Saya hanya ingin keadilan dan proses hukum berjalan," pungkas RDA.

BGN Menyayangkan

Menanggapi kasus pelecehan oleh Ketua SPPG di Bekasi, KP, Wakil Ketua BGN, Nanik S Deyang, buka suara.

Nanik mengaku pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Menurutnya, sebagai rekan kerja, harus kompak dan bekerja sama alih-alih melakukan perbuatan asusila.

"Kami tentu tidak menginginkan dan menyayangkan kejadian tersebut. Seharusnya menjadi temen kerja, harusnya kompak, harusnya kerja sama seperti itu," kata Nanik ditemui di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025).

Nanik pun menegaskan BGN sedang memproses penonaktifan KP setelah RDA melapor ke polisi.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas