Main Game Online, Pelajar SMP Kulon Progo Terjerat Judol hingga Terlilit Utang Pinjol
Pelajar SMP Kulon Progo terjerat judi online, utang pinjol Rp4 juta, pinjam uang teman, masa depan terancam.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:Pelajar SMP Kulon Progo terjerat judi online berawal dari game.Terlilit utang pinjol hingga Rp4 juta demi terus bermain.Pinjam uang teman untuk bayar utang, nyaris putus sekolah.
TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kulon Progu, Nur Hadiyanto, mengungkap temuan pelajar SMP di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjerat judi online hingga terlilit utang di pinjaman online (pinjol).
Gegara ketagihan judi online, menurut dia, pelajar itu nekat berutang menggunakan pinjol lalu membayar cicilan pinjaman dengan cara berutang kepada teman.
“Baru kali ini ada pelajar di Kulon Progo terjerat judo dan pinjol,” kata dia.
Pelajar di Kulon Progo terjerat judi online berawal dari bermain game online biasa yang kemudian mengarah ke platform perjudian digital.
Game online adalah permainan digital yang dimainkan melalui jaringan internet, memungkinkan interaksi antara pemain dan sistem atau antar pemain secara langsung.
Game online bisa menjadi sarana hiburan, edukasi, bahkan kompetisi profesional (e-sports).
Namun, tanpa pengawasan, game online juga bisa menjadi pintu masuk ke perilaku adiktif atau aktivitas berisiko seperti judi online.
Pelajar SMP di Kulon Progo awalnya bermain game online sebagai hiburan ringan.
Dari game tersebut, ia mulai mengenal fitur-fitur yang menyerupai taruhan atau hadiah virtual yang bisa ditukar dengan uang.
Tanpa disadari, game tersebut menjadi pintu masuk ke situs atau aplikasi judi online. Pelajar tersebut mulai kecanduan dan merasa terdorong untuk terus bermain demi mendapatkan “keuntungan instan”.
Untuk membiayai aktivitas judol, pelajar ini mulai meminjam uang dari teman-temannya. Total utang yang dikumpulkan mencapai sekitar Rp 4 juta, digunakan untuk membayar pinjol yang sebelumnya ia ambil demi melanjutkan permainan.
Kasus Terungkap Setelah Sekolah Melapor
Kasus ini terungkap setelah pihak sekolah melapor.
Disdikpora pun bergerak cepat, berkoordinasi dengan Dinsos-PPPA dan Dinkes.
Sebab ini bukan sekadar soal utang, tapi soal luka psikis yang tak terlihat.