Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga Bogor Dijebak Sindikat Scam di Kamboja, Berhasil Kabur tapi Masih Diteror

Warga Bogor lolos dari sindikat scam di Kamboja, masih diteror meski sudah berlindung di KBRI Phnom Penh.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Warga Bogor Dijebak Sindikat Scam di Kamboja, Berhasil Kabur tapi Masih Diteror
(TribunJatim.com/Tony Hermawan)
Pemuda asal Bogor, berhasil kabur dari sindikat scam di Kamboja setelah disekap dan dipaksa menipu secara online. 

Ringkasan Berita:Warga Bogor dijebak teman masa kecil dengan tawaran kerja palsu di Singapura, lalu disekap di Kamboja.
 
Ia dipaksa bekerja sebagai penipu online sebelum kabur ke KBRI Phnom Penh.
 
Meski di bawah perlindungan, korban masih diteror sindikat dan belum 100 persen aman.

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria asal Bogor, Jawa Barat menjadi korban sindikat scam di Kamboja setelah dijebak oleh teman masa kecilnya dengan iming-iming kerja di Singapura. 

Ia sempat disandera dan dipaksa bekerja sebagai penipu online sebelum berhasil kabur ke KBRI Phnom Penh.

Meski sudah di bawah perlindungan, korban masih diteror oleh anggota sindikat dan belum sepenuhnya aman.

Sindikat scam adalah kelompok terorganisir yang melakukan penipuan daring secara sistematis dan sering kali melibatkan eksploitasi manusia, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Mereka merekrut korban melalui media sosial atau kenalan pribadi dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri.

Setelah korban tiba di lokasi (misalnya Kamboja, Myanmar, atau Laos), mereka disandera dan dipaksa bekerja sebagai scammer.

Rekomendasi Untuk Anda

Korban diminta menipu orang lain secara daring, seperti melalui investasi palsu, judi online, atau penipuan asmara.

Banyak korban sindikat scam adalah korban perdagangan orang.

Mereka tidak diberi kebebasan, diancam, dan dipaksa bekerja tanpa upah. Beberapa bahkan mengalami kekerasan fisik dan psikologis.

Menurut orang tua korban, Firman, peristiwa bermula ketika korban mendapat tawaran bekerja di Singapura.

Tawaran datang dari teman masa kecilnya yang dikenal sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Singkat cerita, Ilham berangkat dari Indonesia menuju Singapura pada September 2025.

Firman tidak menaruh curiga karena mengira anaknya benar-benar bekerja sebagai customer service di sebuah perusahaan di Negeri Singa tersebut.

"Sampai sana iya benar kerja di perkantoran sebagai customer service," kata Firman saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/10/2025).

Namun, setelah sebulan bekerja, komunikasi antara Firman dan Ilham tiba-tiba terputus pada Jumat (17/10/2025).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas