Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Momen Dramatis Evakuasi Mahasiswi KKN UIN Walisongo: Warga Terjun dari Jembatan 5 Meter

6 mahasiswa UIN Walisongo hanyut saat tubing di Kendal. Seluruh korban ditemukan, 3 di antaranya meninggal di hari pertama.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Momen Dramatis Evakuasi Mahasiswi KKN UIN Walisongo: Warga Terjun dari Jembatan 5 Meter
(Tribunjateng.com/Restu Dwi Raharjo)
DITEMUKAN: Dua jenazah mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di kawasan Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo Kendal kini telah ditemukan pada pencarian hari kedua, Rabu (5/11/2025). (Tribunjateng.com/Restu Dwi Raharjo) 

Jenazah ditemukan di sekitar Karet Mbulu Jolinggo Desa Banyuringin kurang lebih 9.4 KM dari lokasi kejadian. 

Baca juga: 5 Fakta Mahasiswa UIN Semarang Tenggelam saat KKN di Kendal, 6 Meninggal dan 9 Orang Selamat

Momen Dramatis Evakuasi Mahasiswi

Di tengah rintik gerimis siang, kabar duka lewat pengeras suara dari masjid Desa Getas Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal mengagetkan Riko. Langkah kakinya kini berbalik dari kamar mandi menuju sumber suara.

Di depan rumah, dia melihat tetangga berduyun-duyun menuju arah jembatan penghubung antar dukuh di Desa Getas.

"Ada informasi mahasiswa hanyut terbawa arus sungai di dekat kampung," bunyi kabar duka itu yang masih diingat Riko.

Tanpa pikir panjang, Riko bergegas menyusul rombongan warga menuju titik lokasi. Setiba di jembatan, warga telah berkerumun diselingi jeritan kesedihan.

Riko berusaha mendekat, berharap mahasiswa itu masih selamat, tapi takdir berkata lain. Mahasiswa yang diketahui bernama Riska Amelia (21), jurusan Hukum Keluarga Islam yang tengah menjalani masa KKN UIN Walisongo di posko Dusun Jolinggo itu, meninggal dengan luka parah di kepala.

Mahasiswa asal Desa Penusuban RT 12 RW 1 Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang itu, ditemukan pukul 14:13 WIB di bawah jembatan penghubung antar dusun, Selasa (4/11/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

"Ternyata sudah meninggal, kondisinya luka di kepala parah," ungkap Riko ditemui di kediamannya, Rabu (5/11/2025) sore.

Riko bercerita, proses evakuasi berlangsung dramatis. Saat arus masih deras dengan warna cokelat keruh, ada warga bernama Sodikun yang langsung terjun dari atas jembatan dengan ketinggian sekitar 5 meter.

Di lokasi itu, jenazah Riska ditemukan dalam keadaan tertelungkup tanpa busana dan terjebak putaran arus air.

Menurut Riko, proses pengangkatan jenazah ke atas jembatan pun berlangsung dramatis. Warga bahu-membahu mengangkat tubuh korban menggunakan tali.

"Debit air waktu itu naik agak tinggi dengan warna coklat keruh. Korban ditemukan di bawah jembatan persis,"

"Di situ kan ada tiang 2, nah itu di antara air kanan - kiri itu arusnya muter. Jenazah ditemukan di tengah arus yang muter itu," ujarnya. 

"Waktu itu kelihatan rambut panjang, dan langsung evakuasi pakai tali diangkat. Ditakutkan kalau tidak segera dievakuasi, debit air malah tambah." sambungnya.

Riko mengungkapkan, sebelum kejadian kondisi cuaca di desanya cukup panas. Cuaca kemudian berubah menjadi gerimis selepas dhuhur, dan mendung lebih gelap di wilayah Sumowono Kabupaten Semarang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas