Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ā—

5 Populer Regional: Kabid Propam Polda Sumut Dinonaktifkan - Banjir dan Longsor di Sumut

Berita populer regional dimulai Kabid Propam Polda Sumut dinonaktifkan hingga bencana alam di Sumut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in 5 Populer Regional: Kabid Propam Polda Sumut Dinonaktifkan - Banjir dan Longsor di Sumut
Tribunnews.com/Kolase: Instagram @bidpropampoldasumut, Dok. Kecamatan Batang Toru, TribunJateng.com/Wahyu Nur Kholik, dan Tribun Jateng/Istimewa
BERITA POPULER REGIONAL - Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam di Tribunnews.com. Dimulai Kabid Propam Polda Sumut dinonaktifkan hingga bencana alam di Sumut. 

Langkah ini menjadi fokus utama penyidikan karena hasil forensik terhadap cairan tubuh di tempat kejadian perkara (TKP) dinilai dapat menjelaskan urutan peristiwa sebelum korban meninggal.

Dalam laporan penyidik, sejumlah barang di kamar kostel tempat Levi ditemukan meninggal telah disita, termasuk seprai, selimut, hingga sprei hotel.

Semua kain tersebut diperiksa karena berpotensi menyimpan jejak sperma atau cairan tubuh lain yang dapat mengarah pada rekonstruksi interaksi terakhir antara korban dan AKBP Basuki.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses pemeriksaan laboratorium forensik dilakukan untuk memastikan apakah ada DNA sperma yang cocok dengan profil Basuki.

ā€œPencarian sisa cairan tubuh, termasuk sperma, menjadi satu dari beberapa langkah identifikasi penting,ā€ demikian penjelasan penyidik seperti diberitakan Tribun Jateng.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda kekerasan mencolok pada tubuh korban. Namun, aparat memastikan proses penyelidikan tidak berhenti pada visum luar.

Polisi pun melakukan pengembangan dengan memeriksa cairan tubuh pada kain dan seprai, pakaian korban dan pakaian milik Basuki, obat-obatan yang ditemukan di kamar, hingga data komunikasi dari ponsel kedua pihak.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca selengkapnya.

4. Nasib Pilu Guru PPPK di Tegal, Dibunuh saat Bawa Penumpang Taksi Online, Anaknya Masih SMP dan SMA

PEMBUNUHAN - (Kiri) pelaku pembunuhan terhadap Kusyanto (46), seorang guru di Kota Tegal, Jawa Tengah, dan (kanan) tempat ditemukannya Kusyanto.
PEMBUNUHAN - (Kiri) pelaku pembunuhan terhadap Kusyanto (46), seorang guru di Kota Tegal, Jawa Tengah, dan (kanan) tempat ditemukannya Kusyanto. (TribunJateng.com/Wahyu Nur Kholik)

Sebanyak tiga orang diamankan dalam kasus pembunuhan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bernama Kusyanto (46).

Selain mengajar di SDN Kalinyamat Wetan 03 Kota Tegal, Jawa Tengah, korban mencari uang tambahan menjadi sopir taksi online.

Kasus pembunuhan terjadi saat korban mengantarkan penumpang dari Cinggawur, Kabupaten Tegal pada Minggu (23/11/2025).

Jasad ditemukan sehari kemudian di kawasan hutan lindung Perhutani KPH Balapulang, Desa Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Senin (24/11/2025).

Tersangka pembunuhan yakni Anggi Setiawan (37), warga Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Anggi memesan taksi online untuk merampok mobil dan merencanakan pembunuhan.

Dua orang lain yang diamankan berstatus saksi dan perannya sebagai penadah mobil Honda Brio milik korban.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas