Imbas Banjir Bandang di Sumatra: Harga Sembako Naik, BBM Langka, dan Infrastruktur Rusak
Harga sembako di Padang, Sumatra Barat dan wilayah Aceh mengalami kenaikan imbas banjir bandang.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Endra Kurniawan
Meski terjadi kenaikan, Dodi menyebut daya beli masyarakat masih cukup tinggi.
Namun, ia berharap harga bahan pokok segera kembali stabil.
"Selain cabai, bawang juga naik. Ini akibat bencana dan keterlambatan pengiriman," paparnya.
2. BBM di Medan Disebut Sempat Langka
Antrean panjang mengular di SPBU Simpang Limun, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (29/11/2025) lalu.
Kendaraan bermotor terus berdatangan dan memenuhi halaman SPBU hingga meluber ke badan jalan.
Diberitakan Tribun-Medan.com, situasi ini dipicu oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Medan pascabanjir.
Gangguan distribusi akibat banjir membuat banyak SPBU kehabisan stok.
Seorang warga, Renaldi, mengaku sudah mendatangi beberapa SPBU sebelum akhirnya menemukan yang masih buka di Simpang Limun.
Ia terpaksa membeli BBM non-subsidi meski biasanya menggunakan BBM subsidi yang lebih murah.
“Daripada enggak dapat sama sekali, ya udah beli Pertamax aja lah jadinya."
"Sudah berapa SPBU yang ku datangi, kosong semua. Mending dapat Pertamax daripada enggak sama sekali,” ungkapnya, Sabtu.
Baca juga: Banjir Asia 2025: Sri Lanka Terburuk dalam 20 Tahun, Tragedi Ekologis Terjadi di Sumatra
3. Sembako Naik dan Infrastruktur di Aceh Hancur
Di Aceh, pasokan kebutuhan pokok terhenti dan infrastruktur rusak hingga memutus akses antarwilayah.
Anggota DPRA dari Fraksi PPP, Ihsanuddin MZ, mendesak Pemerintah Aceh segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk menangani kondisi darurat pascabencana banjir bandang di Aceh.
Ihsanuddin mengatakan, kelangkaan bahan pokok sudah dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
Harga cabai merah keriting dilaporkan menembus lebih dari Rp200 ribu per kilogram.
Baca tanpa iklan