Banjir Rendam 90 Persen Tamiang, Kapolda Aceh Tempuh Jalan Darat 5 Hari via Jalur Terputus
Banjir bandang lumpuhkan Aceh Tamiang, akses hanya bisa ditembus perjalanan darat lima hari jalur terputus.
Editor:
Glery Lazuardi
Kapolda Aceh mememastikan Polri akan berdiri di garda terdepan, bersinergi penuh dengan pemerintah daerah dan TNI, untuk memastikan Aceh Tamiang segera bangkit dari bencana besar ini.
Melihat skala bencana yang bersifat ekstrem dan meluas, Kapolda Aceh segera mengajukan bantuan tambahan kepada Mabes Polri, termasuk pengerahan pasukan recovery serta permintaan helikopter angkut untuk mempercepat distribusi logistik—terutama makanan dan obat-obatan—ke kawasan-kawasan yang terisolir dan tidak dapat ditembus jalur darat.
“Seluruh aktivitas ekonomi berhenti. Tidak ada pedagang, tidak ada pelayanan kebutuhan dasar, dan banyak wilayah benar-benar terputus. Kita membutuhkan dukungan pusat agar penanganan bencana ini dapat dilakukan secepat mungkin. Fokus kita satu: menyelamatkan masyarakat,” ujarnya.
Bantuan Disalurkan Melalui Airdrop
Kapolri Jenderal Listyo Sigit kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Aceh Tamiang.
Kondisi lokasi yang masih terisolir dan tidak memungkinkan helikopter Polri untuk melakukan pendaratan, membuat distribusi bantuan dilakukan melalui metode airdrop agar dapat segera diterima oleh warga yang sangat membutuhkan, Selasa (2/12).
Astamaops Kapolri menjelaskan bahwa penggunaan metode airdrop merupakan instruksi langsung Kapolri agar penyaluran bantuan tidak terhambat kondisi geografis.
“Bapak Kapolri menegaskan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran bantuan. Jika helikopter tidak bisa landing karena medan terdampak bencana, maka airdrop menjadi pilihan agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan tepat waktu,” ujar Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran.
Beliau menambahkan bahwa Kapolri memberikan perhatian penuh terhadap kondisi warga dan petugas di lapangan yang terus bekerja menangani situasi darurat tersebut.
“Pesan Bapak Kapolri jelas: pastikan masyarakat yang terisolir tetap mendapatkan bantuan, apapun tantangannya. Polri hadir untuk membantu negara, terutama dalam masa-masa kritis seperti ini,” tambahnya.
Bantuan kemanusiaan tersebut meliputi kebutuhan mendesak seperti logistik, makanan siap saji, perlengkapan darurat, serta dukungan operasional bagi petugas di lapangan. Pengiriman melalui airdrop diharapkan dapat mempercepat akses bantuan ke titik-titik yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat maupun udara.
Dengan metode distribusi khusus ini, Kapolri berharap dukungan bagi masyarakat Aceh Tamiang dapat berjalan efektif dan membantu mempercepat penanganan pascabencana di wilayah tersebut.
BERITA TERKAIT
Baca juga: Banyak Kayu Hanyut saat Banjir Sumatra, WALHI: Itu Ditebang, Hutan Jadi Objek Investasi
Baca juga: Jumlah Pengungsi Banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh: Tembus Lebih dari Setengah Juta Orang
Baca juga: Korban Meninggal dalam Banjir Bandang di Sumatera Capai 604 Jiwa, Berikut Data dari 3 Provinsi
Baca juga: Korban Meninggal dalam Banjir Bandang di Sumatera Capai 604 Jiwa, Berikut Data dari 3 Provinsi