Bupati Aceh Besar Soroti Warga yang Beli BBM Pakai Jerigen: Orang Lagi Sulit Antrean
Muharram Idris meminta agar BBM yang dibeli menggunakan jerigen tersebut tidak dijual lagi dengan harga tinggi.
Editor:
Erik S
Sehingga diharapkan dapat menjadi informasi ke masyarakat dan tidak perlu mengantre lama.
“Di Pertashop ada minyak, cuma distribusinya saja. Tadi kita minta juga ke Pertamina, agar sistem pengantaran BBM ke SPBU itu sebelum subuh, minyak sudah full di tangki-tangki SPBU. Supaya minyak selalu ada mulai jam 7 pagi hingga 12 malam. Supaya masyarakat nyaman dan tak perlu antri sampai siang hari,” jelasnya.
Stok BBM Mencukupi
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Aceh, Ferdi Fajrian A, mengatakan, saat ini stok di SPBU tercukupi bahkan lebih.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak panik, lantaran kondisi stok BBM di terminal Krueng Raya aman.
“Cukup disuplai untuk lima hari ke depan. Bahkan ada kapal yang mengantri untuk mengisi kembali tangki kami. Kami pastikan stok BBM di Aceh dalam kondisi cukup,” katanya.
Karenanya ia meminta, agar masyarakat tidak berlebih dalam mengisi BBM, lantaran kondisi saat ini cukup dan tidak terbatas.
Saat ini, untuk agen resmi Pertamina yang menjangkau pedesaan hanyalah pertashop.
“Untuk lainnya bukan lembaga penyalur resmi kami. Saat pembelian BBM untuk genset boleh untuk produk non subsidi,” pungkasnya.
Pasokan BBM di Bandan Aceh Aman
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono secara tegas menyampaikan, para penimbun bahan bakar minyak (BBM) atau yang menjual dengan harga tinggi, dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Hal itu disampaikannya menanggapi kondisi antrean panjang, baik itu kendaraan roda dua hingga truk masih terjadi di hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banda Aceh dan sejumlah daerah sekitarnya.
Baca juga: Pemerintah Minta Maaf Penanganan Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar Masih Ada Kekurangan
“Jangan ada niat untuk menimbun BBM, atau memperjualbelikan BBM dengan harga yang sangat tinggi, karena itu ada unsur pidananya. Dan apabila ketahuan, maka kami akan menindak secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum,” tegas Kombes Joko dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).
Kapolresta Banda Aceh itu mengajak semua pihak, mari bersama–sama menjaga situasi kota ini agar tetap kondusif. Masyarakat dapat memiliki BBM dengan kuota masing–masing. “Dan tidak ada yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain,” tambahnya.
Pihaknya berharap kesadaran dari siapapun untuk tidak melakukan penimbunan BBM, atau menjual BBM diatas regulasi yang ditentukan Pertamina.
Diketahui sejak beberapa hari lalu, antrean kendaraan di SPBU mengular hingga ke badan jalan, membuat banyak pengendara harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.
Baca tanpa iklan