Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPRA Kritik Distribusi Logistik di Tamiang, DPRD Siantar Desak Status jadi Bencana Nasional

Distribusi pembagian bantuan logistik korban banjirAceh Tamiang, Aceh mendapat kritikan dari anggota DPRA Muhammad Zakiruddin.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in DPRA Kritik Distribusi Logistik di Tamiang, DPRD Siantar Desak Status jadi Bencana Nasional
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor, Kamis (4/12/2025). Distribusi pembagian bantuan logistik korban banjirAceh Tamiang, Aceh mendapat kritikan dari anggota DPRA Muhammad Zakiruddin. 

Ringkasan Berita:
  • Distribusi bantuan di Aceh Tamiang, Aceh dapatkan kritikan dari DPRA Aceh
  • Menurutnya, Pemda terlalu kaku dalam mendistribusikan bantuan padahal masyarakat tengah kelaparan
  • Ketua DPRD di Sumut juga mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan bencana di Sumatera sebagai Bencana Nasional

TRIBUNNEWS.COM - Distribusi pembagian bantuan logistik korban banjir di Posko di Kampung Payabedi, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Aceh mendapat kritikan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Muhammad Zakiruddin.

Ia mengaku heran dengan pola pembagian logistik korban banjir.

Menurutnya, pemerintah daerah terlalu mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) yang tinggi hingga menyebabkan penyaluran tak lancar.

“Ratusan ribu warga Aceh Tamiang kelaparan, mereka masih terisolir. Utamakan nyawa manusia,” kata Zakiruddin, dikutip dari Serambinews.com.

Ia merasa prihatin saat mengetahui ada masyarakat yang tidak diberi bantuan walau sudah jauh-jauh datang ke Payabedi.

Zakiruddin mengatakan, petugas posko menolak menyerahkan bantuan karena berdalih akan mengantarkan langsung ke dapur umum supaya lebih terkoordinir.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kondisi hari ini belum normal, jalan masih berlumpur belum bisa dilalui. Kalaupun ada kendaraan tidak ada BBM, seharusnya dipermudah,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).

Ia juga mengaku sempat beradu argumen dengan sejumlah pihak ketika mendatangi posko Payabedi beberapa hari lalu.

Seharusnya, kata Zakiruddin, pemda menyuplai seluruh bahan pangan secara merata supaya tak ada lagi masyarakat yang kelaparan.

“Stok di posko banyak, warga kita kelaparan, jadi mau nunggu apa lagi,” kesalnya.

Menurutnya, pemda harus lebih kompak dan mengutamakan nasib rakyat.

Baca juga: Banjir Sumatra, Pakar UGM: Kontributor Dosa Ekologis Sudah Saatnya Berhenti

Ketua DPRD Siantar Desak Pemerintah Pusat Tetapkan Bencana Nasional

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut), Timbul Margenda Lingga meminta agar bencana di Sumatra berstatus bencana nasional.

Mengutip Tribun-Medan.com, ia mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar jadi bencana nasional.

Ia menuturkan, skala bencana ini sudah melampaui kemampuan pemerintah daerah.

“Skala bencana ini sudah melampaui kemampuan pemerintah daerah. Pemerintah pusat harus hadir sepenuhnya,” ujar Timbul.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas