Keluarga Putuskan Gunakan Paranormal Cari Jenazah di Sibolga, Babinsa Beberkan Hasilnya
Babinsa Kelurahan Aek Manis, Serda Asrul Efendi Sihite mengatakan, proses pencarian almarhum Ruhyan sangat panjang.
Editor:
Erik S
"Setelah itu, seluruh keluarga disuruh meminta maaf dan setelah itu baru dia mau menunjukkan posisi jenazah dimana,"sambungnya.
Pada Selasa siang, sekitar pukul 14.00 WIB, penantian panjang terjawab.
Jasad Ruhyan akhirnya ditemukan di dalam kamar bagian depan rumah.
Padahal, selama 14 hari pencarian sudah dilakukan di lokasi yang sama.
Melihat jasad ditemukan, suasana penuh kesedihan menyelimuti lorong sempit pemukiman padat penduduk di area perbukitan Sibolga.
Warga yang menonton merasa terharu, usai jalan panjang mencari korban berbuah hasil.
"Ditemukan di dalam kamar depan."
Baca juga: Akses Jalan Darat ke Aceh Tamiang dan Sibolga Kembali Terbuka
Serda Asrul menjelaskan, longsor yang terjadi di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga berlangsung pada Selasa 25 November lalu sekira pukul 18.00 WIB.
Saat itu, tebing yang berada dibalik rumah warga longsor dan menimbun rumah yang ada di depannya.
Sebanyak 55 rumah warga rusak berat dan 43 orang meninggal dunia.
"Hari Senin malam sudah hujan. Meluap parit dari atas mengakibatkan 2 longsor yang mengakibatkan rumah runtuh," tutupnya.
Ruhyan merupakan korban tewas terakhir yang ditemukan di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.
Total keseluruhannya disitu sebanyak 43 orang dan hari ini, setelah 14 hari baru ditemukan.
Penulis: Fredy Santoso
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul KELUARGA PAKAI PARANORMAL Panggil Ruh Untuk Temukan Jasad Korban